Muhammadiyah Weru
Kegiatan Tarawih Keliling PCM Weru Tim 4 di Ranting Karangmojo

Kegiatan Tarawih Keliling PCM Weru Tim 4 di Ranting Karangmojo

Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Weru kembali menggelar kegiatan Tarawih Keliling (Tarling) sambang ke ranting-ranting. Putaran perdana dilaksanakan pada Selasa, 24 Februari 2026. Dibagi dalam beberapa tim untuk disebar ke ranting-ranting.

Tim 4 dipimpin oleh Bendahara PCM Weru, Bapak Wagiyo, S.Pd., melaksanakan rangkaian kegiatan tarling di ranting Karangmojo. Diawali dengan ifthar bersama di rumah Ketua PRM Karangmojo, Bapak Susanto. Tim disambut hangat para pengurus ranting.

Kajian ifthar
Kajian ifthar di rumah Pak Susanto

Kajian ifthar disampaikan oleh Bapak Makmuri, S.Ag., dengan tema “Amalan-amalan yang dapat membuka pintu rezeki.” Dalam pemaparannya, beliau menekankan pentingnya memperbanyak istighfar sebagai bentuk taubat dan permohonan ampun kepada Allah.

Pak Makmuri menegaskan bahwa memperbanyak sedekah tidak mengurangi harta justru melapangkan rezeki, serta menjaga silaturahmi yang menjadi sebab diluaskannya rezeki dan dipanjangkannya umur.

Selain itu, beliau juga mengingatkan pentingnya memperbanyak doa dan senantiasa bersyukur, sebab Allah menjanjikan tambahan nikmat bagi hamba yang bersyukur.

Usai ifthar dan Salat Magrib, rombongan melanjutkan kegiatan Salat Tarawih berjamaah di Masjid Al Mutaqin, Pucung, Karangmojo. Salat Tarawih dipimpin oleh Ustaz Alif Munandar, pengasuh PPTQ Muhammadiyah Atmo Wahjono, Kalisige, Weru.

Usai salat, majelis dipandu Ketua PRM Karangmojo, yang menjadi MC sekaligus mengucapkan selamat datang. Bapak Wagiyo selaku Ketua Tim menyampaikan apresiasi atas semangat jamaah serta memaparkan sekilas kegiatan Muhammad Weru.

Tarling
Suasana Tarling di Masjid Al Muttaqin Pucung

Kultum Tarawih disampaikan oleh Bapak Danuri, M.Ag., yang mengangkat tema Filosofi Ramadan. Beliau menjelaskan bahwa Ramadan adalah madrasah ketakwaan, tempat setiap muslim belajar mengendalikan diri dengan menjauhi larangan Allah dan melaksanakan perintah-Nya secara konsisten.

Selain itu, Ramadan juga menjadi sarana untuk meningkatkan kepedulian sosial, karena melalui puasa seseorang dapat merasakan penderitaan saudara-saudara yang kekurangan sehingga tumbuh empati dan semangat berbagi.

Melalui kegiatan Tarling ini, PCM Weru berharap terjalin sinergi yang semakin kuat antara persyarikatan dan masyarakat, sekaligus menjadikan Ramadan sebagai momentum peningkatan iman, takwa, serta kepedulian terhadap sesama.

Kontributor: Kusnia Arianto 
Kegiatan Tarawih Keliling PCM Weru Tim 2 di Ranting Grogol

Kegiatan Tarawih Keliling PCM Weru Tim 2 di Ranting Grogol

Kegiatan Tarawih Keliling (Tarling) Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Weru menjadi salah satu program untuk menyemarakkan Ramadan 1447 H. Pada Selasa, 24 Februari 2026, Tim 2 PCM Weru bersilaturahmi ke Ranting Grogol dengan dipimpin langsung oleh Ketua PCM Weru, Bapak H. Sumardi, S.Pd.I.

Rangkaian kegiatan diawali dengan ifthar bersama di rumah Bapak Irsam Nasirin. Dalam kajian menjelang berbuka, Bapak H. Samingan menyampaikan tausiah bertema “Bulan Puasa sebagai Momentum Bersegera Tobat.” Kesempatan emas untuk meraih ampunan Tuhan sebelum datangnya penyesalan.

Foto bersama
Foto bersama saat tarling

Beliau mengingatkan bahwa Ramadan adalah bulan ampunan, sehingga setiap muslim hendaknya memanfaatkannya untuk memperbanyak istighfar, memperbaiki diri, dan bersungguh-sungguh kembali kepada Allah Swt.

Usai berbuka dan Salat Magrib, rombongan melaksanakan salat Tarawih berjemaah di Masjid Al Ikhsan Mlaran, Grogol, Weru. Bertindak sebagai imam pada kesempatan ini adalah Bapak Hartoyo, S.Ag.

Dalam rangkaian acara, sambutan disampaikan oleh Bapak Kadir Sagiman, A.Ma., yang menyampaikan terima kasih atas kunjungan Tim Tarling PCM Weru dan berharap kegiatan ini semakin mempererat ukhuwah serta semangat dakwah di tengah masyarakat.

Ranting Grogol
Tarling ke Ranting Grogol 

Kultum Tarawih disampaikan oleh Ketua PCM Weru, Bapak H. Sumardi, S.Pd.I. Beliau menekankan hadis Rasulullah Saw., bahwa barang siapa beriman kepada Allah maka hendaklah ia berbuat baik kepada tetangganya. Mengingatkan pentingnya menjaga hubungan sosial, memperkuat kepedulian, dan membangun lingkungan yang harmonis sebagai wujud nyata dari keimanan.

Adapun peserta Tim Tarling 2 yang hadir dalam kegiatan ini antara lain: Bapak H. Sumardi, S.Pd.I., Bapak H. Samingan, Bapak H. Supomo, S.H., Bapak Sumino, Bapak Hartoyo, S.Ag., Bapak Nur Rohmad, S.E., Bapak Kadir Sagiman, A.Ma., Bapak Lathief Akbaroha, S.Pd.I., Bapak Haryanto, S.E., Bapak Sunarno, M.Er., dan Bapak Agus Darmawan, S.E.

Kegiatan Tarling ini diharapkan semakin memperkuat sinergi antara PCM Weru dan Ranting Grogol, antara persyarikatan dengan masyarakat, serta menjadikan Ramadan sebagai sarana memperbaiki diri dan mempererat hubungan antarsesama.

Kontributor: Irsam Nasirin
Kegiatan Tarawih Keliling PCM Weru Tim 3 di Ranting Tawang

Kegiatan Tarawih Keliling PCM Weru Tim 3 di Ranting Tawang

Kegiatan Tarawih Keliling (Tarling) Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Weru putaran pertama terlaksana pada Selasa, 24 Februari 2026. Kali ini, Tim 3 PCM Weru bersilaturahmi ke Ranting Tawang dengan jumlah peserta tim sebanyak 18 orang. Rombongan dipimpin oleh Bapak Sarwiji Majid selaku Koordinator Tim Tarling 3.

Rangkaian kegiatan diawali dengan ifthar bersama di Masjid Ummu Habibah. Acara dibuka dengan sambutan selamat datang oleh Ketua PRM Tawang, Bapak Suranto, S.E., yang menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kunjungan Tarling PCM Weru ke wilayahnya.

Masjid Ummu Habibah
Tarawih di Masjid Ummu Habibah Dayu

Kajian menjelang berbuka disampaikan oleh Kepala SMK Muhammadiyah Watukelir, Bapak Tri Rahmidi, S.Pd., M.Pd., dengan tema tentang keutamaan puasa Ramadan. Beliau menegaskan bahwa pahala puasa Ramadan adalah hak prerogatif Allah untuk membalasnya secara langsung.

Orang yang benar-benar beriman akan berpuasa dengan sungguh-sungguh, baik saat dilihat orang lain maupun ketika tidak ada yang mengetahui. Puasa diperintahkan khusus bagi orang-orang yang beriman sebagai sarana pembinaan ketakwaan.

Di antara manfaat puasa Ramadan adalah dapat menghapus dosa-dosa yang telah lalu serta melatih dan memupuk kesabaran dalam kehidupan sehari-hari. Puncaknya tentu menjadikan kaum mukmin menjadi orang yang bertakwa.

Setelah ifthar, kegiatan dilanjutkan dengan Salat Tarawih berjemaah di Masjid Ummu Habibah dengan imam Bapak Ihsan Fitrianto, S.T. Sebelum kultum, Tim Tarling PCM Weru menyerahkan kenang-kenangan kepada takmir Masjid Ummu Habibah sebagai bentuk apresiasi dan penguat ukhuwah.

Tarling
Suasana Tarling di Ranting Tawang

Sejumlah sambutan turut mengiringi kegiatan tersebut, yakni dari Ketua PRM Tawang Bapak Suranto, S.E., Koordinator Tim Tarling 3 PCM Weru Bapak Sarwiji Majid, serta Kepala Desa Tawang Bapak Maryanto, S.Sos., yang menyampaikan dukungan terhadap kegiatan dakwah dan sinergi Muhammadiyah dengan masyarakat.

Kultum Tarawih disampaikan oleh Bapak Ihsan Fitrianto, S.T., yang mengangkat pentingnya Al-Qur’an sebagai pedoman hidup umat Islam. Dalam penyampaiannya, beliau menegaskan bahwa Al-Qur’an merupakan kitab suci utama yang menjadi petunjuk hidup manusia.

Kitab suci ini memuat ajaran yang komprehensif meliputi aspek aqidah (tauhid dan keimanan), syariah (hukum dan ibadah), akhlak (perilaku), kisah-kisah umat terdahulu, hingga isyarat-isyarat ilmiah. Al-Qur’an menjadi panduan abadi demi kesejahteraan dan keselamatan manusia di dunia dan akhirat.

Melalui kegiatan Tarling ini, diharapkan terjalin ukhuwah yang semakin kuat antara PCM Weru dan PRM Tawang, antara persyarikatan dengan masyarakat, serta semakin menghidupkan semangat ibadah dan dakwah di bulan suci Ramadan.

Kontributor: Abu Ghulam al Dayui
Kegiatan Tarawih Keliling PCM Weru Tim 5 di Ranting Weru

Kegiatan Tarawih Keliling PCM Weru Tim 5 di Ranting Weru

Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Weru kembali menggelar kegiatan Tarawih Keliling (Tarling) pada Selasa, 24 Februari 2026, Tim 5 bertugas ke Ranting Weru, dengan menghadirkan perwakilan PCM, Bapak M. Saifudin, Lc., M.Ag. dan Bapak Sri Marjono, S.Pd., M.M.

Rangkaian kegiatan diawali dengan ifthar jama’i yang bertempat di kediaman Bapak Drs. Sumanta. Kajian ifthar disampaikan oleh Bapak Anis Munandar, S.Ag., dengan tema “Nafas Al-Qur’an dalam Ramadan.” 

Tarling
Foto bersama tarling PCM Weru 

Beliau menjelaskan bahwa makhluk pertama yang Allah ciptakan adalah kalam, yang dengannya Allah menuliskan takdir seluruh kejadian alam semesta, termasuk ketetapan tentang Al-Qur’an.

Ramadan disebut sebagai bulan Al-Qur’an karena pada bulan inilah Al-Qur’an diturunkan melalui Malaikat Jibril secara berangsur-angsur sesuai kebutuhan kaum muslimin.

Dengan Al-Qur’an, Allah memuliakan manusia. Oleh karena itu, di bulan Ramadan umat Islam diajak untuk memperbanyak membaca, mentadabburi, dan mengamalkan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

Setelah ifthar dan Salat Magrib, kegiatan dilanjutkan dengan Salat Tarawih berjemaah di Masjid Al Muttaqin Tegalan, Weru. Bertindak sebagai imam adalah Ustaz M. Saifudin, Lc., M.Ag., Mudir Ponpes Modern Muhammadiyah Sangen.

Usai Tarawih, sambutan disampaikan oleh Ketua PRM Weru, Bapak Widayat, S.Pd., yang menyampaikan apresiasi atas kehadiran rombongan Tarling PCM Weru. Sambutan Ketua Rombongan, Bapak Sri Marjono, S.Pd., M.M., menegaskan pentingnya menjaga semangat dakwah dan ukhuwah di bulan suci Ramadan.

Kultum Tarawih disampaikan oleh Bapak Sulardi. Beliau menegaskan bahwa Ramadan adalah bulan rahmat yang penuh keberkahan. Para ulama bahkan telah berdoa agar dipertemukan dengan Ramadan sejak enam bulan sebelumnya.

Tarling PCM Weru
Suasana tarling di Ranting Weru

Beliau juga mengingatkan bahwa orang yang cerdas bukan hanya cerdas secara intelektual, tetapi cerdas dalam beramal, yakni memperbanyak amal saleh sebagai bekal akhirat. Ramadan tahun ini hendaknya dimaksimalkan seakan-akan menjadi Ramadan terakhir dalam hidup kita.

Adapun peserta Tarling yang hadir dalam kegiatan ini antara lain: Bapak M. Saifudin, Lc., M.Ag., Bapak Sri Marjono, S.Pd., M.M., Bapak Sulardi, Bapak Widayat, S.Pd., Bapak Budi Purwanto, S.Pd., Bapak Anis Munandar, S.Ag., dan Bapak Syukron Al Fathoni, S.T.

Kemudian ada Bapak Drs. Sumanta, Bapak Sunardi, S.Pd., M.Ag., Bapak Purwadi, Bapak Suroto, Bapak Gatot Widodo, Bapak Arif Fahrudin, S.Pd.I., Bapak Fauzan Nasrullah, S.Ag., Bapak Tri Hartono, dan Bapak M. Fakhrurozi, S.Sos.

Melalui kegiatan Tarling ini, diharapkan semangat mencintai Al-Qur’an dan memaksimalkan ibadah Ramadan semakin tumbuh di tengah masyarakat, serta memperkuat sinergi antara PCM Weru dan warga Tegalan serta PRM Weru.

Kontributor: Arif Fahrudin, S.Pd.I.
Baitul Arqam PCM Weru, Dr. Syakir Jamaluddin Sampaikan Materi Ibadah dalam Perspektif Tarjih Muhammadiyah

Baitul Arqam PCM Weru, Dr. Syakir Jamaluddin Sampaikan Materi Ibadah dalam Perspektif Tarjih Muhammadiyah

Materi selanjutnya dalam rangkaian Baitul Arqam MPK-SDI PCM Weru disampaikan oleh Dr. Syakir Jamaluddin, M.A., Ketua Bidang Pendidikan, Pelatihan, dan Kaderisasi Muballigh Majelis Tabligh Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Dosen Ilmu Hadis FAI UMY ini memaparkan materi bertajuk Ibadah dalam Perspektif Tarjih Muhammadiyah, yang menekankan pemahaman dan praktik ibadah berdasarkan Al-Qur’an dan Sunah melalui pendekatan tarjih yang berlandaskan dalil, rasional, dan kontekstual.

Menurut Himpunan Putusan Tarjih (HPT) Muhammadiyah, ibadah adalah segala bentuk ketaatan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, dengan melaksanakan perintah-Nya, menjauhi larangan-Nya, dan mengamalkan segala yang diizinkan secara syar'i, baik yang bersifat ritual (mahdhah) maupun sosial (ghairu mahdhah), yang semuanya bertujuan mencapai takwa dan ketenteraman hati.

Visi Ibadah Muhammadiyah dalam MKCH poin 4.c disebutkan bahwa Muhammadiyah bekerja untuk tegaknya ibadah yang dituntunkan oleh Rasulullah Saw., tanpa tambahan dan perubahan dari manusia.

Dr. Syakir Jamaluddin
Dr. Syakir Jamaluddin terangkan tentang ibadah dalam prespektif Muhammadiyah 

Perbuatan ibadah, dalam Manhaj Tarjih pada Munas Tarjih ke-25/2000, disebutkan prinsip taabudi, tidak boleh ada penambahan atau pengurangan, dan tidak dibenarkan dianalisis secara rasional.

Beda dengan taaqquli, dapat dianalisis secara rasional. Bersifat dinamis dan dapat berkembang. Untuk mendapatkan kemurnian ibadah harus merujuk pada Al-Qur'an dan As-Sunah al-maqbulah.

Macam ibadah dan prinsipnya, dalam Muhammadiyah ada yang umum dan khusus. Umum seperti sosial, politik, ekonomi, seni, budaya, pendidikan, hukum, dll. Asas atau prinsipnya, apa saja boleh kecuali yang dilarang.

Kemudian ibadah khusus seperti taharah, salat, zakat, puasa, haji, kurban, akikah, dll. Asas atau prinsipnya semua dilarang kecuali ada perintah. Ikhlas dan sesuai tuntunan.

Jika masih ada dasar hadisnya, maka tidak ada masalah karena tinggal meneliti kualitasnya. Persoalan beda pemahaman itu wajar, tidak perlu diperselisihkan, yang penting masih ada dasar Qur'an dan hadisnya yang makbul.

Misalnya, antara qunut dan tidak qunut, saat menuju sujud lutut dulu atau tangan dulu, menggerakkan telunjuk atau tidak saat tasyahud, atau salat lail dengan formasi 4-4-3 atau 2-2-1. Muhammadiyah mengambil yang kuat tarjihnya, tapi tidak membid'ahkan pendapat yang berbeda.

Perspektif Tarjih Muhammadiyah menekankan pemahaman dan praktik ibadah berdasarkan Al-Qur’an dan Sunah melalui pendekatan tarjih yang berlandaskan dalil, rasional, dan kontekstual, tetap murni sekaligus relevan dengan perkembangan zaman.
Baitul Arqam PCM Weru, Ustaz Muhammad Saifudin Ajak Totalitas Menjadi Pribadi Muhammadiyah

Baitul Arqam PCM Weru, Ustaz Muhammad Saifudin Ajak Totalitas Menjadi Pribadi Muhammadiyah

Rangkaian Baitul Arqam yang diselenggarakan oleh MPK-SDI PCM Weru di Gedung Dakwah Muhammadiyah Kalisige pada Sabtu, 31 Januari 2026, menghadirkan Ustaz H. Muhammad Saifudin, Lc., M.Ag., Mudir Pondok Pesantren Modern Muhammadiyah Sangen, sebagai pemateri.

Dalam kesempatan ini, beliau menyampaikan materi Kepribadian Muhammadiyah yang menekankan karakter dasar warga persyarikatan dalam bersikap, beramal, dan bergerak sesuai nilai-nilai Islam berkemajuan.

Muhammadiyah adalah gerakan dakwah Islam dan tajdid amar makruf nahi mungkar berlandaskan Islam dan bersumber pada Al-Qur'an dan As-Sunah, dengan menjunjung tinggi agama Islam untuk terwujudnya masyarakat Islam yang sebenar-benarnya.

Ustaz Saifudin
Ustaz Saifudin ajak masuk Muhammadiyah dengan totalitas 

Muhammadiyah merupakan gerakan yang berorientasi pada aksi nyata, dengan dakwah yang dijalankan melalui lisan, tulisan, dan perbuatan. Gerakan ini mendorong sikap inovatif dan kreatif melalui tajdid, serta menegakkan amar makruf nahi mungkar dengan kepekaan terhadap berbagai persoalan umat.

Seluruh aktivitas tersebut berlandaskan pada Al-Qur’an dan As-Sunah, dengan tujuan mewujudkan masyarakat Islam yang sebenar-benarnya, baik dalam komunitas, gaya hidup, pola pikir, kehidupan rumah tangga, maupun tatanan sosial.

Ustaz Saifudin mengajak menjadi pribadi Muhammadiyah yang totalitas. Tidak setengah-setengah, tidak ragu, dan tidak sembunyi-sembunyi. Jangan malu dan jangan enggan mengaku sebagai warga Muhammadiyah.

Di dalamnya ada nilai iman, ilmu, amal, dan perjuangan yang jelas arahnya. Mantapkan diri, luruskan niat, dan hadirkan Muhammadiyah dalam sikap, ucapan, serta perbuatan sehari-hari. Menjadi Muhammadiyah sebagai identitas adalah komitmen hidup dan jalan dakwah.

Di Muhammadiyah kita tidak digaji, karena di sinilah kita dilatih untuk ikhlas. Beramal bukan karena imbalan, bergerak bukan karena pujian, melainkan semata-mata karena Allah Ta‘ala. Dari keikhlasan itulah lahir kekuatan dakwah, keteguhan perjuangan, dan keberkahan amal.

Ketika setelah masuk Muhammadiyah ada teman yang menjauh, bahkan yang dulu sepemahaman, jangan goyah dan jangan berkecil hati. Tetaplah istikamah di jalan kebaikan. Biarkan waktu dan akhlak yang menjelaskan siapa diri kita.

Saat mereka telah memahami jati diri dan prinsip kita, maka pada waktunya nanti, mereka akan mampu menempatkan kita pada tempat yang semestinya, dengan saling menghormati dan saling memahami.

Terkait putusan Pimpinan Pusat Muhammadiyah, ketika kita telah menempatkannya sebagai ulil amri dalam persyarikatan, maka sudah semestinya kita ikuti dan taati. Putusan tersebut tidak lahir secara serampangan, tetapi melalui proses ijtihad kolektif.

Para pakar dan ahli di bidangnya telah menggodok persoalan dengan kajian dan diskusi panjang, serta pertimbangan maslahat umat, sehingga keputusan yang dihasilkan matang dan bertanggung jawab. Maka, sebagai pribadi Muhammadiyah, harus yakin menyikapinya.
Baitul Arqam PCM Weru, Dr. Muhammad Ikhwan Ahada Ajak Memahami Ideologi Muhammadiyah

Baitul Arqam PCM Weru, Dr. Muhammad Ikhwan Ahada Ajak Memahami Ideologi Muhammadiyah

Rangkaian kegiatan Baitul Arqam MPK-SDI PCM Weru yang digelar di Gedung Dakwah Muhammadiyah Kalisige pada Sabtu, 31 Januari 2026, menghadirkan Dr. Muhammad Ikhwan Ahada, S.Ag., M.A., Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Yogyakarta, sebagai pemateri.

Dalam paparannya, beliau menyampaikan materi bertajuk Memahami Ideologi Muhammadiyah yang menekankan pentingnya penguatan ideologi sebagai landasan berpikir, bersikap, dan bergerak dalam kehidupan bermuhammadiyah.

Dr. Muhammad Ikhwan Ahada mengawali pemaparannya dengan menukil salah satu nasihat KH. Ahmad Dahlan, yaitu, “Janganlah sekali-kali kamu menduakan pandangan Muhammadiyah dengan perkumpulan lain,” sebagai penegasan pentingnya konsistensi ideologis dalam bermuhammadiyah.

Dr. Muhammad Ikhwan Ahada
Dr. Muhammad Ikhwan Ahada pahamkam ideologi Muhammadiyah 

Muhammadiyah yang didirikan oleh KH. Ahmad Dahlan telah meninggalkan jejak sejarah yang tidak dapat dihapus dalam kehidupan bangsa Indonesia. Perannya sangat signifikan sebagai salah satu komponen besar yang turut membidani lahirnya Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Puluhan ribu Amal Usaha Muhammadiyah yang tersebar dari jenjang taman kanak-kanak hingga perguruan tinggi merupakan wujud nyata cara Muhammadiyah memahamkan Islam, yakni Islam yang hadir melalui kerja nyata, pelayanan, dan kontribusi berkelanjutan bagi umat dan bangsa.

Besarnya Amal Usaha Muhammadiyah tidak terlepas dari dukungan warga Persyarikatan yang dikenal memiliki kesadaran tinggi dalam berinfak dan kepedulian sosial, sehingga gerakan Muhammadiyah tumbuh kuat sebagai dakwah melalui aksi nyata.

Muhammadiyah mampu bertahan dan terus berkembang lebih dari satu abad karena ditopang oleh organisasi yang rapi, amal usaha yang maju, serta ideologi yang kokoh sebagai ruh penggerak dalam setiap langkah perjuangannya.

Muhammadiyah memiliki konsep berkemajuan sebagai landasan gerak yang menegaskan Islam sebagai agama yang dinamis, mendorong kemajuan peradaban, serta mengintegrasikan iman, ilmu, dan amal dalam menjawab tantangan zaman.

Lima karakteristik utama Islam Berkemajuan adalah Islam yang bertauhid murni, bersumber pada Al-Qur’an dan sunah, menghidupkan ijtihad dan tajdid agar ajaran Islam selalu relevan dengan perkembangan zaman.

Kemudian bersikap wasathiyah (moderat dan seimbang) dalam pemikiran maupun tindakan, serta berorientasi sebagai rahmat bagi seluruh alam, menghadirkan kemaslahatan, keadilan, dan kemajuan bagi umat manusia secara universal.
Baitul Arqam PCM Weru, Dr. Ridwan Furqoni Sampaikan Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah (PHIWM)

Baitul Arqam PCM Weru, Dr. Ridwan Furqoni Sampaikan Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah (PHIWM)

Suasana Baitul Arqam MPK-SDI PCM Weru di Gedung Dakwah Muhammadiyah Kalisige, Sabtu, 31 Januari 2026, semakin hidup dengan pemaparan materi Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah (PHIWM).

Materi tersebut disampaikan oleh Dr. H. Ridwan Furqoni, S.Pd.I., M.P.I., Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DI Yogyakarta, yang menekankan pentingnya PHIWM sebagai pedoman nilai dan arah sikap hidup islami bagi warga Muhammadiyah dalam kehidupan pribadi, bermasyarakat, dan berorganisasi.

Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah (PHIWM) adalah seperangkat nilai dan norma Islami yang bersumber Al-Qur'an dan Sunnah menjadi pola bagi tingkah laku warga Muhammadiyah dalam menjalani kehidupan sehari-hari sehingga tercermin kepribadian Islami menuju terwujudnya masyarakat utama yang diridai Allah Swt.

PHIWM
Dr. H. Ridwan Furqoni sampaikan tentang PHIWM pada Baitul Arqam PCM Weru

Tujuan perumusan PHIWM adalah terbentuknya perilaku individu dan kolektif seluruh anggota Muhammadiyah yang menunjukkan keteladanan yang baik (uswah hasanah) menuju terwujudnya masyarakat Islam yang sebenar-benarnya.

Islam adalah agama Allah yang diwahyukan kepada para Rasul, sebagai hidayah dan rahmat Allah bagi umat manusia sepanjang masa, menjamin kesejahteraan hidup materiil dan spiritual, menjamin kesejahteraan hidup duniawi dan ukhrawi.

Agama Islam, yakni agama Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad Saw., sebagai Nabi akhir zaman, ialah ajaran yang diturunkan Allah tercantum dalam Al-Qur'an dan Sunnah Nabi yang sahih berupa perintah-perintah, larangan-larangan, dan petunjuk-petunjuk untuk kebaikan hidup manusia di dunia dan akhirat.

Ajaran Islam bersifat menyeluruh yang satu dengan lainnya tidak dapat dipisah-pisahkan meliputi bidang-bidang akidah, akhlak, ibadah, dan muamalah duniawiyah.

Materi PHIWM dikembangkan dan dirumuskan dalam suatu kerangka yang komprehensif, mencakup kehidupan pribadi, kehidupan dalam keluarga, kehidupan bermasyarakat, kehidupan berorganisasi, kehidupan dalam mengelola Amal Usaha Muhammadiyah.

Kemudian kehidupan dalam berbisnis, kehidupan dalam mengembangkan profesi, kehidupan dalam berbangsa dan bernegara, kehidupan dalam melestarikan lingkungan, kehidupan dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta kehidupan dalam seni dan budaya.

PCM Weru bisa menciptakan sebuah kondisi agar setiap warga masyarakat dapat mengimplementasikan PHIWM dalam kehidupannya dengan menjadi pribadi yang baik, keluarga juga baik, dan bermasyarakat yang terbaik secara individu dan lembaga.

Kemudian bermuhammadiyah, mengelola cabang dan AUM dengan cara terbaik, berbisnis, mengembangka profesi pegawai-pegawainya, berbangsa, menjaga lingkungan, mengembangkan iptek, berkesenian dan kebudayaan, serta memanfaatkan media sosial dan dunia digital lainnya.