Muhammadiyah Weru
Sedekah Rosok PRM Jatingarang Antar PCM Weru Raih Juara 1 Program Inspiratif Terbaik Milad ke-68 UMS

Sedekah Rosok PRM Jatingarang Antar PCM Weru Raih Juara 1 Program Inspiratif Terbaik Milad ke-68 UMS

Program Sedekah Rosok yang dilaksanakan oleh PRM Jatingarang sebagai binaan PCM Weru, sukses mengantarkan PCM Weru meraih Juara 1 PCM dengan Program Inspiratif Terbaik dalam ajang Muhammadiyah Organizational Excellence Award (MOEA).

Muhammadiyah Organizational Excellence Award (MOEA) adalah ajang penghargaan yang diselenggarakan oleh Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dalam rangka Milad ke-68 UMS untuk mengapresiasi kader, organisasi, dosen, dan tenaga kependidikan di lingkungan Persyarikatan Muhammadiyah se-Soloraya.

PCM Weru
PCM Weru raih penghargaan PCM dengan program inspiratif terbaik 

Penghargaan tersebut diserahkan dalam rangkaian acara Tablig Akbar Hari Jadi UMS yang menghadirkan Ustaz Dr. H. Das’ad Latif, S. Sos. S. Ag. M. Si. Ph.D., yang berlangsung di Edutorium UMS pada Ahad, 18 Oktober 2026.

Penghargaan diterima secara langsung oleh Ketua PCM Weru, Bapak H. Sumardi, S.Pd.I. Beliau hadir ke Edutorium UMS bersama jajaran pimpinan harian dan perwakilan dari segenap ranting yang ada di Cabang Weru.

Prestasi luar biasa ini menjadi bentuk apresiasi atas ikhtiar PCM Weru, terutama PRM Jatingarang sebagai pelaksana program Sedekah Rosok, dalam mengembangkan program pemberdayaan ekonomi dan sosial yang berangkat dari potensi sederhana di tengah masyarakat.

Sedekah Rosok, dari Barang Bekas Menjadi Manfaat


Program Sedekah Rosok merupakan gerakan sosial yang mengajak masyarakat menyedekahkan barang bekas atau rosok yang masih memiliki nilai ekonomi. Barang-barang tersebut dikumpulkan dan dikelola sehingga hasilnya dapat dimanfaatkan untuk mendukung berbagai kegiatan sosial, pendidikan, dakwah, kemanusiaan, dan pemberdayaan masyarakat.

Program ini dilaksanakan di lingkungan PRM Jatingarang, dengan PCM Weru berperan sebagai pembina dan pengarah. Pelaksanaan teknis di lapangan dikoordinasikan oleh Bidang ZIS PRM Jatingarang bersama tim relawan.

PCM Weru juara
Daftar nominasi juara

Sejak mulai dijalankan pada Oktober 2024, Sedekah Rosok dikembangkan menjadi gerakan yang melibatkan masyarakat dan pelaku usaha lintas golongan di wilayah Desa Jatingarang. Partisipasi tersebut memperlihatkan bahwa pemberdayaan tidak selalu harus dimulai dari modal besar. Potensi yang ada di sekitar masyarakat dapat dihimpun, dikelola, dan dikembalikan dalam bentuk manfaat bersama.

Menjangkau Pendidikan, Sosial, dan Dakwah


Hasil pengelolaan Sedekah Rosok telah dimanfaatkan untuk mendukung beragam kegiatan. Di bidang pendidikan, program ini turut membantu pembayaran SPP tiga siswa yatim/piatu di MIM Watukelir serta mendukung kegiatan pembinaan guru.

Di bidang sosial, hasil program dimanfaatkan untuk santunan anak yatim di sejumlah masjid dan musala. Dukungan juga diberikan bagi kebutuhan sarana dakwah, pembangunan dan perlengkapan masjid, serta berbagai kegiatan kemanusiaan dan pemberdayaan.

Program ini juga mendukung kegiatan sosial dan kemanusiaan, di antaranya donasi bantuan kebencanaan melalui Lazismu dan bantuan alat pelindung diri (APD) untuk Mini Damkar KOKAM Weru. Selain itu, terdapat dukungan bagi Rumah Produksi TelurMU dan kegiatan lingkungan.

Berbagai pemanfaatan tersebut menjadikan Sedekah Rosok bukan sekadar kegiatan mengumpulkan barang bekas, melainkan upaya mengubah potensi ekonomi sederhana menjadi sumber daya untuk membantu masyarakat dan mendukung gerakan dakwah.

Prestasi yang Menjadi Penyemangat


Keberhasilan meraih Juara 1 dalam ajang MOEA Milad ke-68 UMS menjadi penyemangat bagi PCM Weru dan PRM Jatingarang untuk terus memperbaiki tata kelola, memperluas partisipasi masyarakat, serta menjaga keberlanjutan program.

Prestasi ini sekaligus menunjukkan pentingnya inovasi di tingkat ranting. Gerakan yang tumbuh dari lingkungan masyarakat, dikelola dengan semangat gotong royong, dan diarahkan untuk kemaslahatan bersama dapat berkembang menjadi praktik baik yang menginspirasi persyarikatan di wilayah lain.

UMS
Flyer ucapan selamat dari UMS

PCM Weru berharap pengalaman Sedekah Rosok dapat menjadi inspirasi bagi PCM dan PRM lainnya untuk menggali potensi lokal serta mengembangkannya menjadi program pemberdayaan yang nyata dan berkelanjutan.

Selamat atas prestasi PCM Weru dan PRM Jatingarang! Semoga penghargaan ini menjadi motivasi untuk terus menghadirkan dakwah yang mencerahkan, memberdayakan, dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
Percepat Transformasi Digital, PDM Sukoharjo Gelar Bimtek Trainer MASA dan SatuMu

Percepat Transformasi Digital, PDM Sukoharjo Gelar Bimtek Trainer MASA dan SatuMu

Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sukoharjo menggelar kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Trainer MASA dan SatuMu untuk jajaran Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) se-Kabupaten Sukoharjo.

Acara yang diselenggarakan di Aula Ahmad Dahlan PKU Muhammadiyah Sukoharjo pada Sabtu siang, 17 Oktober 2026, mulai pukul 13.00 WIB ini bertujuan mempercepat proses transformasi digital serta penataan administrasi keanggotaan Muhammadiyah berbasis aplikasi hingga tingkat ranting.

Dalam kegiatan ini, PCM Weru mengirimkan utusan perwakilannya yaitu Pak Wakhid Syamsudin, Pak Kusnia Ariyanto, dan Pak Rofiq Ardiyanto untuk mengikuti seluruh tahapan pembekalan.

Bimtek MASA
Bimtek Trainer MASA dan SatuMu 

Selama sesi pelatihan, para peserta diberikan empat materi utama untuk dikuasai. Materi pertama mencakup pengenalan Muhammadiyah Digital Universe guna membedakan secara mendasar antara Muhammadiyah ID, MASA, dan SatuMu.

Selanjutnya, peserta mendapatkan pendampingan teknis pembuatan Muhammadiyah ID mulai dari penggunaan email aktif, pengisian data akun, verifikasi OTP, hingga berhasil masuk ke sistem.

Materi ketiga berfokus pada langkah-langkah pendampingan pendaftaran e-KTAM dari akses menu aplikasi hingga pemantauan status persetujuan.

Yang keempat, peserta dibekali tata cara pendampingan aktivasi ranting melalui penguatan peran verifikator dan agen di setiap ranting.

Selain penguasaan materi teknis, pembekalan ini juga menekankan kejelasan peran tim pendamping di lapangan. Tim pendamping bertindak sebagai fasilitator yang bertugas menjelaskan tujuan, menunjukkan langkah-langkah, dan mengatur tempo pendampingan.

PCM Weru
Perwakilan PCM Weru 

Ada pula peran pendamping praktik yang langsung membantu peserta di meja serta memeriksa langkah-langkah yang tertinggal, serta penghubung pengurus atau admin untuk menindaklanjuti data keanggotaan dan proses persetujuan.

Melalui pelatihan ini, para trainer utusan PCM Weru bersama utusan PCM lainnya diharapkan siap menjadi ujung tombak pendampingan digitalisasi bagi seluruh warga dan pengurus Muhammadiyah di wilayah masing-masing.
Arahan Ketua PDM Sukoharjo pada Kegiatan Bimtek Trainer MASA dan SatuMu Tekankan Kesiapan Trainer di Tingkat PCM Se-Sukoharjo

Arahan Ketua PDM Sukoharjo pada Kegiatan Bimtek Trainer MASA dan SatuMu Tekankan Kesiapan Trainer di Tingkat PCM Se-Sukoharjo

Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sukoharjo, Bapak H. Djumari, S.Ag., M.Si., memberikan arahan dalam kegiatan Bimbingan Teknis Trainer MASA dan SatuMu yang diikuti perwakilan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) se-Sukoharjo.

Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Ahmad Dahlan PKU Muhammadiyah Sukoharjo, pada Sabtu, 17 Oktober 2026, sekira pukul 13.00 WIB. Perwakilan dari PCM Weru adalah Pak Wakhid Syamsudin, Pak Kusnia Ariyanto, dan Pak Rofiq Ardiyanto.

Dalam arahannya, beliau menekankan pentingnya kesungguhan seluruh peserta dalam mengikuti bimbingan teknis sebagai bagian dari upaya memperkuat pelaksanaan program Muhammadiyah, khususnya SatuMu.

Kegiatan ini diharapkan tidak berhenti pada peningkatan pemahaman peserta, tetapi berlanjut pada pendampingan dan penerapan program di tingkat cabang maupun ranting.

Bapak H. Djumari
Ketua PDM Sukoharjo berikan arahan terkait trainer tiap PCM 

Pak Djumari berharap para peserta dapat menjadi trainer di PCM masing-masing. Dengan demikian, pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh melalui bimbingan teknis dapat ditularkan kepada pimpinan dan anggota Muhammadiyah di wilayah masing-masing.

Pendampingan juga diharapkan dapat diperluas kepada Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) dan organisasi otonom Muhammadiyah lainnya. Beliau menyoroti pentingnya penyelesaian tahapan program sesuai target waktu yang telah ditetapkan.

Untuk mendukung pelaksanaannya, diperlukan pembagian tugas yang jelas, kelengkapan administrasi berupa surat tugas, proses verifikasi, serta keterlibatan personel yang memiliki kemampuan di bidang teknologi informasi (IT).

Menurut beliau, dukungan SDM yang kompeten menjadi salah satu unsur penting agar pelaksanaan program berjalan lebih tertib dan terkoordinasi. Setiap PCM perlu mempersiapkan personel yang dapat membantu proses teknis dan mendampingi penggunaan sistem dan aplikasi.

PDM Sukoharjo berharap para trainer dapat menjadi penggerak di tingkat cabang sehingga implementasi program SatuMu semakin luas dan berjalan dengan baik. Sinergi antarpimpinan, kesiapan SDM, serta komitmen menjalankan visi dan misi Muhammadiyah menjadi bagian penting dalam mendukung keberhasilan program tersebut.
Pengajian Rutin PRA Karanganyar Putaran ke-21, Ustaz Ngatemin Kobarkan Semangat Menuntut Ilmu

Pengajian Rutin PRA Karanganyar Putaran ke-21, Ustaz Ngatemin Kobarkan Semangat Menuntut Ilmu

Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA) Karanganyar kembali menggelar pengajian rutin Ahad Legi pada Ahad, 11 Oktober 2026. Pengajian putaran ke-21 ini bertempat di Musala Miftahul Jannah, Pindan, dan diikuti lebih dari 350 jemaah.

Acara diawali dengan pembacaan basmalah oleh pembawa acara, Ibu Lilis Suryani, S.Pd. Selanjutnya, Ibu Sayuti membacakan ayat suci Al-Qur’an, sedangkan sari tilawah disampaikan oleh Ibu Sularmi dengan membacakan Surah Al-Infithar ayat 1–19.

Ketua PRA Karanganyar, Ibu Arifah Rahmawati, S.Ag., menyampaikan sambutan. Beliau mengucapkan terima kasih kepada takmir Musala Miftahul Jannah, Pindan, serta ibu-ibu peserta pengajian Ahad Legi yang telah hadir dan mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.

Pak Ngatemin
Ustaz Ngatemin mengisi pengajian rutin PRA Karanganyar Weru

Secara khusus, beliau menyampaikan terima kasih kepada Ibu Hj. Warno Warti yang telah menyediakan tempat beserta segala perlengkapan dan hidangan untuk kegiatan pengajian. Beliau berharap kebaikan tersebut menjadi amal saleh bagi beliau beserta keluarga.

Ibu Arifah juga mengajak seluruh jemaah untuk terus bersemangat dalam thalabul ilmi serta senantiasa memperbanyak selawat kepada Nabi Muhammad saw. agar kelak memperoleh syafaat pada hari kiamat dan mendapatkan surga Allah Swt.

Selanjutnya, sebagai bentuk perhatian, beliau juga melakukan presensi kehadiran setiap musala. Tercatat, Musala Tlemek tidak hadir karena sedang ada musibah kematian atau kesripahan dari warganya.

Sambutan kedua disampaikan oleh Bapak Sugito selaku Kepala Desa Karanganyar. Beliau memberikan motivasi kepada seluruh peserta agar tetap bersemangat mengikuti pengajian dan mencari ilmu meskipun cuaca terasa panas.

Kajian inti disampaikan oleh Ustaz Drs. H. Ngatemin, M.Ag. yang mengingatkan pentingnya menjaga semangat menghadiri majelis ilmu sebagai bagian dari ikhtiar meningkatkan keimanan dan mempersiapkan bekal kehidupan akhirat.

Ustaz Ngatemin menyampaikan bahwa orang yang keluar dari rumah dalam keadaan berwudu untuk melaksanakan salat wajib dan mencari ilmu akan mendapatkan pahala yang besar.

Beliau juga memotivasi jemaah bahwa orang yang menyiapkan bekal, sarana, dan prasarana untuk berjuang di jalan Allah, termasuk mendukung terselenggaranya pengajian, akan memperoleh keutamaan pahala.

Ustaz Ngatemin mengingatkan bahwa tidak seorang pun mengetahui apa yang akan terjadi pada hari esok. Manusia tidak mengetahui kapan ajal akan menjemput.

Oleh karena itu, setiap muslim hendaknya senantiasa mempersiapkan amal saleh dan tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk beribadah serta menuntut ilmu.

Beliau juga menekankan pentingnya istikamah dalam menjalankan kebaikan. Orang-orang yang teguh dalam keimanan dan ketaatan kepada Allah akan mendapatkan pertolongan serta kebaikan dari-Nya.

Semangat menghadiri pengajian hendaknya terus dijaga sebagai bentuk kesungguhan dalam mencari ilmu dan menyiapkan bekal menuju kehidupan akhirat.

Kajian rutin
Ibu-ibu Aisyiyah semangat ikuti kajian 

Dengan gaya penyampaian yang memotivasi, beliau mengajak jemaah untuk menghayati pesan, “Minggu Legi semangat ngaji, golek apa, pados ngilmi dingge nopo, sangu mati kapan mati mboten reti.” Pengajian adalah ikhtiar mencari ilmu sebagai bekal menghadapi kematian yang waktunya tidak diketahui.

Dalam kajian tersebut, Ustaz Ngatemin juga mengulas Surah Az-Zumar ayat 71–75. Ayat-ayat tersebut menggambarkan keadaan orang-orang yang digiring secara berombongan menuju neraka karena kekufuran mereka, serta orang-orang bertakwa yang digiring secara berombongan menuju surga.

Beliau mengajak jemaah mengambil pelajaran dari ayat-ayat tersebut agar senantiasa meningkatkan ketakwaan, memperbanyak amal saleh, dan mempersiapkan diri untuk memperoleh keselamatan di akhirat.

Kajian ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Ustaz Ngatemin. Acara kemudian dilanjutkan dengan penyampaian beberapa informasi.

Pertama, laporan infak pada pengajian hari itu terkumpul sebesar Rp1.170.000 untuk kas PRA Karanganyar. Kedua, pengajian rutin Ahad Legi berikutnya direncanakan bertempat di Masjid Al-Furqon.

Seluruh rangkaian kegiatan ditutup dengan pembacaan hamdalah dan doa penutup majelis oleh pembawa acara. Semoga jemaah terus semangat dalam menuntut ilmu, memperkuat keimanan, dan mempersiapkan bekal akhirat senantiasa terjaga.

Kontributor: Ibu Kamsiyem, M.Pd.I.
Pengajian Rutin PRA Tegalsari, Ustaz Nasrullah Bahas Perempuan yang Tidak Boleh Dinikahi

Pengajian Rutin PRA Tegalsari, Ustaz Nasrullah Bahas Perempuan yang Tidak Boleh Dinikahi

Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah (PRA) Tegalsari kembali menyelenggarakan Pengajian Rutin ‘Aisyiyah Tegalsari pada Ahad, 20 September 2026. Kegiatan yang berlangsung di Masjid Al Huda, Bugel, Tegalsari, Weru ini diikuti oleh jajaran pimpinan dan anggota ‘Aisyiyah serta masyarakat sekitar.

Pengajian rutin tersebut merupakan agenda yang dilaksanakan secara sebulan sekali pada pekan ketiga sebagai salah satu upaya memperkuat wawasan keislaman, meningkatkan pemahaman agama, serta mempererat silaturahmi di antara warga ‘Aisyiyah dan masyarakat.

Rangkaian acara diawali dengan pembukaan, kemudian dilanjutkan dengan tilawah Al-Qur’an. Selanjutnya, Kepala Desa Tegalsari, Bapak Nugroho Dwi Susilo, memberikan sambutan. Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua PRA Tegalsari, Ibu Sulis Setyaningsih, S.E.

Memasuki acara inti, kajian disampaikan oleh Ustaz Nasrullah dari Pondok Pesantren Modern Muhammadiyah Sangen. Dalam kajiannya, beliau membahas mengenai perempuan yang tidak boleh dinikahi, berdasarkan tuntunan dan ketentuan dalam ajaran Islam.

Ust. Nasrullah
Ustaz Nasrullah membahas tentang wanita yang haram dinikahi menurut Islam 

Materi tersebut menjadi pembahasan penting bagi jamaah karena berkaitan dengan pemahaman mengenai batasan-batasan pernikahan dalam Islam. Melalui kajian ini, peserta diharapkan tidak hanya memperoleh pengetahuan keagamaan, tetapi juga semakin memahami pentingnya menjadikan syariat Islam sebagai pedoman dalam kehidupan keluarga dan bermasyarakat.

Pengajian rutin PRA Tegalsari diharapkan dapat terus menjadi ruang untuk belajar, berdiskusi, memperkuat ukhuwah, dan meningkatkan kualitas kehidupan keislaman perempuan di tengah masyarakat.

Dengan terlaksananya kegiatan secara rutin setiap pekan ketiga, PRA Tegalsari berkomitmen untuk terus menghadirkan kegiatan yang memberikan manfaat dan menjadi bagian dari gerakan ‘Aisyiyah yang berkemajuan.

Reporter: Yanika Manik
PRA Tegalsari Gelar Rapat Koordinasi Perkuat Organisasi dan Mantapkan Program Kerja

PRA Tegalsari Gelar Rapat Koordinasi Perkuat Organisasi dan Mantapkan Program Kerja

Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah (PRA) Tegalsari, Weru, menggelar Rapat dan Penguatan Organisasi pada Jumat, 18 September 2026 di Rumah Makan Kakak Aja, Cawas, Klaten. Kegiatan ini dilaksanakan untuk memperkuat pemahaman organisasi, meningkatkan koordinasi antarpengurus, sekaligus mengevaluasi dan memantapkan program kerja ‘Aisyiyah di tingkat ranting.

Kegiatan diawali dengan pembukaan, tilawah Al-Qur’an bersama, dan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars 'Aisyiyah. Suasana kemudian dilanjutkan dengan rangkaian kegiatan penguatan organisasi yang disampaikan oleh Ibu Dra. Triyatmi.

Penguatan Organisasi Berbasis Islam Berkemajuan


Dalam materi penguatan organisasi, Ibu Triyatmi menyampaikan pentingnya penanaman ideologi Islam Berkemajuan, peningkatan kapasitas kepemimpinan, penguatan kaderisasi, serta tata kelola organisasi yang terstruktur dan berjenjang.

Peserta mendapatkan pemahaman mengenai struktur kepemimpinan ‘Aisyiyah yang terdiri atas Pimpinan Pusat (PP), Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah (PWA), Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA), Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA), hingga Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah (PRA).

PRA Tegalsari
PRA Tegalsari gelar rakor di RM Kakak Aja Cawas

Struktur yang berjenjang tersebut menjadi landasan dalam membangun koordinasi, pembinaan, komunikasi, dan pelaksanaan program dari tingkat pusat hingga ranting. Sebagai bagian paling dekat dengan masyarakat, PRA memiliki peran penting dalam menerjemahkan gerakan ‘Aisyiyah melalui kegiatan nyata di lingkungan masing-masing.

Muktamar dan Kepemimpinan ‘Aisyiyah


Penguatan organisasi juga membahas Muktamar ‘Aisyiyah sebagai forum permusyawaratan tertinggi dalam organisasi. Muktamar menjadi ruang untuk melakukan evaluasi program, membahas arah gerakan dan program kerja, sekaligus menjalankan proses pemilihan kepemimpinan Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah.

Pembahasan tersebut menegaskan pentingnya musyawarah, kaderisasi, tanggung jawab kepemimpinan, dan keberlanjutan organisasi dalam kehidupan ‘Aisyiyah.

Rapat Program Kerja dan Evaluasi


Usai sesi penguatan organisasi, kegiatan dilanjutkan dengan rapat pengurus PRA Tegalsari yang dipimpin oleh Ketua Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah Tegalsari, Ibu Sulis Setyaningsih, S.E.

Rapat membahas rencana program kerja beberapa majelis dan lembaga di lingkungan PRA Tegalsari. Di antaranya Lembaga Budaya, Seni, dan Olahraga, Majelis Tabligh dan Ketarjihan, serta Majelis Kesejahteraan Sosial.

Lembaga Budaya, Seni, dan Olahraga membahas rencana kegiatan yang dapat menjadi ruang untuk meningkatkan kebersamaan, kreativitas, kesehatan, dan partisipasi anggota.

Sementara itu, Majelis Tabligh dan Ketarjihan membahas program dakwah dan pembinaan keagamaan, termasuk rutinan bulanan yang akan dilaksanakan. Kegiatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan pemahaman keislaman sekaligus memperkuat pengamalan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari.

Adapun Majelis Kesejahteraan Sosial membahas pengembangan program yang mendukung peningkatan kesejahteraan dan kepedulian sosial di lingkungan masyarakat.

Evaluasi Program untuk Penguatan Gerakan


Selain menyusun program ke depan, rapat juga menjadi forum penyampaian laporan dan evaluasi program-program yang telah dilaksanakan oleh majelis dan lembaga di lingkungan PRA Tegalsari.

Evaluasi dilakukan untuk melihat pelaksanaan kegiatan, capaian yang telah diperoleh, kendala yang dihadapi, serta hal-hal yang perlu diperbaiki dan ditindaklanjuti.

Melalui perencanaan, pelaksanaan, pelaporan, dan evaluasi yang berkelanjutan, PRA Tegalsari berupaya membangun tata kelola organisasi yang semakin tertib dan efektif.

Kegiatan Rapat dan Penguatan Organisasi ini diharapkan semakin memperkuat soliditas pengurus, meningkatkan kualitas kepemimpinan dan kaderisasi, serta mendorong seluruh majelis dan lembaga untuk bergerak bersama dalam memberikan manfaat bagi anggota dan masyarakat.

Dengan semangat Islam Berkemajuan, musyawarah, kebersamaan, dan pengabdian, PRA ‘Aisyiyah Tegalsari, Weru, terus memperkuat perannya sebagai bagian dari gerakan ‘Aisyiyah di tengah masyarakat.

Reporter: Ibu Yanika Manik
Madin Muhammadiyah Sidowayah Borong Piala PORSADIN Kabupaten Sukoharjo

Madin Muhammadiyah Sidowayah Borong Piala PORSADIN Kabupaten Sukoharjo

Madrasah Diniyah Takmiliyah (Madin) Muhammadiyah Sidowayah berhasil menorehkan prestasi membanggakan dalam ajang Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah (PORSADIN) Kabupaten Sukoharjo yang diselenggarakan di MTsN 2 Sukoharjo pada Ahad, 13 September 2026.

Dalam ajang seleksi tingkat kabupaten tersebut, para santri Madin Muhammadiyah Sidowayah berhasil memborong sejumlah gelar juara dari berbagai cabang lomba yang dipertandingkan.

Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB tersebut diikuti oleh santri Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) se-Kabupaten Sukoharjo. Termasuk dari Madin Muhammadiyah Sidowayah.

Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kabupaten Sukoharjo, Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sukoharjo, para guru pendamping, serta seluruh peserta lomba.

Sebelum berangkat menuju lokasi perlombaan, para peserta dari Madin Muhammadiyah Sidowayah terlebih dahulu berkumpul di sekolah pada pukul 07.00 WIB. Kegiatan diawali dengan doa bersama dan pembekalan yang disampaikan oleh Kepala Madin Muhammadiyah Sidowayah, Ibu Siti Lufiyati, S.Pd., serta Ibu Hj. Sukini, S.Ag., M.Pd.I.

Setelah itu, para peserta diberangkatkan menggunakan armada bus bersama para guru pendamping menuju MTsN 2 Sukoharjo. Sesampainya di lokasi, para peserta melaksanakan registrasi sebelum mengikuti upacara pembukaan.

Acara pembukaan dipimpin oleh Kepala Seksi PD Pontren Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sukoharjo, Bapak Tri Minarno, S.H., bersama Ketua FKDT Kabupaten Sukoharjo.

Bapak Tri Minarno berharap melalui ajang PORSADIN dapat lahir atlet-atlet dan peserta terbaik dari Kabupaten Sukoharjo yang mampu berprestasi serta mewakili daerah pada PORSADIN tingkat Provinsi Jawa Tengah.

Sementara itu, Ketua FKDT Kabupaten Sukoharjo menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh Madrasah Diniyah Takmiliyah yang telah mendukung dan menyukseskan pelaksanaan PORSADIN tingkat kabupaten.

PORSADIN Kabupaten Sukoharjo
Madin Muhammadiyah Sidowayah borong piala PORSADIN Kabupaten Sukoharjo 

Setelah pembukaan selesai, para peserta menuju ruang dan arena perlombaan sesuai cabang yang diikuti. Berbagai perlombaan berlangsung dengan lancar dan penuh semangat hingga akhirnya panitia membacakan hasil perlombaan pada sesi penutupan.

Pada ajang tersebut, Madin Muhammadiyah Sidowayah berhasil meraih prestasi yang sangat membanggakan. Adapun daftar juara yang berhasil diraih adalah sebagai berikut:

Cabang Lomba Prestasi
MTQ Putra Juara 1 – Hasan Maulidan (Kelas 4C)
MTQ Putri Juara 2 – Rasela Iza Nabila (Kelas 5A)
Tahfiz Putra Juara 3 – Abizar Raufa A. (Kelas 3B)
Tahfiz Putri Juara 2 – Fina Ziyadatin R. (Kelas 4B)
Tenis Meja Putra Juara 2 – Zalfran Abdullah F. (Kelas 4C)
Tenis Meja Putri Juara 3 – Syakila D.P.
Pidato Bahasa Jawa Putra Juara 1 – Briand Nazhirul A. (Kelas 6A)
Pidato Bahasa Jawa Putri Juara 3 – Mayaasya Nur A. (Kelas 6A)
Bulu Tangkis Putri Juara 1 – Keysa Azahra (Kelas 6D)
Bulu Tangkis Putra Juara 1 – Alfiyan Risiqie P. (Kelas 6D)
Cerdas Cermat Diniyah (CCD) Juara 2 – Gio (6A), Keyla (6C), dan Alisya (6A)
Puisi Putra Juara 3 – Fahlevi Muhibullah (Kelas 4A)
Puisi Putri Juara 3 – Aulia Yumna I. (Kelas 4B)
Pidato Bahasa Indonesia Putra Juara 3 – Fausta Yuwan M. (Kelas 5B)
Pidato Bahasa Indonesia Putri Juara 2 – Faaza Jalla S. (Kelas 6A)
Pidato Bahasa Arab Juara 1 – Andy Janu D. (Kelas 6A)
Pidato Bahasa Arab Juara 2 – Maulidya Safitri (Kelas 4C)
Selawat Putra Juara 1 – Hilmy Jauhar A. (Kelas 5A)
Selawat Putri Juara 2 – Talitha Dwi Syakirah (Kelas 3B)
Kaligrafi Putri Juara 3 – Erni Kanaya (Kelas 6C)
Kaligrafi Putra Juara 2 – Ferrel Deandra A. (Kelas 6B)

Prestasi tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi Madin Muhammadiyah Sidowayah. Kesempatan mengembangkan kemampuan di bidang seni, olahraga, maupun keagamaan. Terbuka peluang bagi para juara untuk melanjutkan perjuangan pada ajang PORSADIN tingkat Provinsi Jawa Tengah sebagai wakil Kabupaten Sukoharjo.

Kontributor: Ibu Nurul Qomariyah, S.Pd.I.
Pengajian Rutin PRA Karanganyar dan Tindak lanjut Penyuluhan DSMA Desa Sehat Mandiri Aisyiyah

Pengajian Rutin PRA Karanganyar dan Tindak lanjut Penyuluhan DSMA Desa Sehat Mandiri Aisyiyah

Ahad Legi adalah jadwal pengajian rutin Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA) Karanganyar. Ahad Legi pada tanggal 6 September 2026 ini, pengajian bertempat di Musala An Nur, Klodangan. Pada hari ini masuk putaran 20 dengan peserta lebih dari 300 jemaah.

Pengajian dimulai dengan membaca basmalah dipimpin oleh Ibu Lilis Suryani, S.Pd. selalu MC, dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an oleh Ibu Balqis dan sari tilawah Ibu Tutik, yang melantunkan Surat Ar-Rahman ayat 1–13.

Acara dilanjutkan dengan sambutan pertama oleh Ketua PRA Karanganyar yaitu Ibu Arifah Rahmawati, S.Ag., yang mengucapkan terima kasih kepada takmir Musala An Nur beserta ibu-ibu pengurus yang sudah menyiapkan tempat dan snack, semoga menjadi amal baik.

Ustaz Tardi
Ustaz Tardi menyampaikan tausiah

Mengucapkan selamat datang pengurus Majelis Tablig dan Ketarjihan (MTK) PCA Weru. Mengajak terus talabul ilmu dan selalu mengucapkan selawat Nabi agar nanti mendapatkan syafaat di yaumul qiyamah menuju surga-Nya Allah. Diabsen per-musala oleh ibu ketua PRA Karanganyar, yang tidak hadir Musala Jami’ Kalongan dan Masjid Al Hidayah Bunder.

Sambutan kedua dari Takmir Musala An Nur oleh Bapak Pitoyo, M.Pd. Beliau menyampaikan rasa syukur karena ketempatan Pengajian Ahad Legi untuk menuntut ilmu bersama.

Kajian inti disampaikan oleh Ustaz Tardi, S.Ag., Penyuluh Agama Kecamatan Weru. Kajian siang ini mengambil tema tentang hidup tenteram dengan 3 hal, yakni sabar, syukur, dan iklas. Sabar menahan, syukur menerima, dan ikhlas melepaskan.

Mengikuti ajaran Rasulullah dalam muamalah, agar memuliakan tetangga. Kepada tetangga hendaklah menjaga keharmonisan dengan dermawan/loma, menjaga aib tetangga, jangan memutuskan silaturahmi, jangan mengambil kepunyaan orang lain, dan mendoakan tetangga.

Ustaz Tardi menutup materinya dengan doa bersama. Dilanjutkan acara lain-lain yaitu menyampaikan penyuluhan DSMA (Desa Sehat Mandiri Aisyiyah) yang dihadiri pengurus Majelis Tablig dan Ketarjihan PCA Weru.

Kajian
Suasana kajian dan acara lain-lain 

Diiringi juga penyerahan buku materi tentang permasalahan rumah tangga dan Menuju Aisyiyah Berkemajuan kepada PRA Karanganyar. Acara dilanjutkan penyuluhan DSMA oleh Ibu Anik Murdaningsih. Menuju Desa Sehat Mandiri Aisyiyah dengan menyiapkan satu rumah satu kader kesehatan.

Kegiatan selanjutnya menyampaikan bahwa info infak hari ini mendapatkan Rp1.380.000 untuk masjid 730.000 dan 650.000 untuk kas PRA Karanganyar. Pengajian Ahad Legi yang akan datang di Musala Nurul Janah Pindan.

Reporter: Ibu Kamsiyem, M.Pd.I.