Muhammadiyah Weru
Silaturahmi JagalMu Sukoharjo ke Cabang Weru, Perkuat Syiar dan Persiapan Menyambut Ramadan

Silaturahmi JagalMu Sukoharjo ke Cabang Weru, Perkuat Syiar dan Persiapan Menyambut Ramadan

JagalMu Sukoharjo melaksanakan kegiatan silaturahmi ke Cabang Weru yang digelar di Masjid Al Ikhlas Mlaran, Desa Grogol, Kecamatan Weru, Kabupaten Sukoharjo, pada Kamis malam, 8 Januari 2026, pukul 20.00–21.30 WIB. Kegiatan ini dihadiri sekitar 175 orang yang terdiri atas jamaah Masjid Al Ikhlas Mlaran, pengurus PRM Grogol, serta alumni kegiatan Asahbila tahun 2025.

JagalMu Sukoharjo merupakan organisasi di bawah naungan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sukoharjo yang berfokus pada penyediaan layanan juru sembelih halal, sebagai upaya menjawab kebutuhan umat akan penyembelihan hewan yang sesuai dengan syariat Islam.

Acara diawali dengan sambutan Ketua PRM Grogol, Bapak Drs. H. Subeno. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa program PRM Grogol cukup banyak, namun saat ini difokuskan pada dua kegiatan utama yang perlu disukseskan bersama, yakni pengajian malam Jumat di Masjid Nurul Iman Nambangan dan pengajian pengurus di Masjid Nur Hidayatullah Sorobojan.

JagalMu
Silaturahmi JagalMu Sukoharjo ke Weru

Beliau mengajak warga persyarikatan agar hadir secara konsisten. Hal tersebut penting karena banyak informasi dan program persyarikatan yang perlu ditindaklanjuti di tingkat ranting. Selanjutnya, Ketua PRM Grogol mengajak jamaah untuk memperhatikan dan mengamalkan ilmu yang disampaikan oleh ustaz sebagai tambahan bekal keislaman.

Hadir sebagai pembicara utama, Muhammad Tri Wibowo, S.Pd.I., Sekretaris PDM Sukoharjo sekaligus pendiri JagalMu Sukoharjo. Beliau menegaskan bahwa keberadaan JagalMu merupakan jawaban atas kebutuhan umat dalam mewujudkan penyembelihan hewan sesuai tuntunan syariat Islam. Bagi Muhammadiyah, hal tersebut menjadi perkara penting demi tercapainya prinsip halalan tayyiban.

Menjelang datangnya Bulan Ramadan, pembicara tidak banyak mengulas teknis penyembelihan, melainkan lebih menekankan pada pentingnya memahami ilmu tentang puasa dan amalan-amalan pendukungnya. Disampaikan pula makna ungkapan Marhaban ya Ramadan sebagai bentuk kegembiraan dalam menyambut kedatangan bulan suci.

Beliau juga mengupas akar kata “Ramadan” dijelaskan baik secara bahasa maupun istilah, yang bermakna pembakaran jiwa agar derajat keimanan seorang muslim dapat meningkat. Maka sudah selayaknya kaum muslimin menyambut dengan gembira kedatangan bulan suci ini.

JagalMu
Jamaah diajak meningkatkan keilmuan jelang Ramadan

Sebagai penutup, disampaikan doa agar kaum muslimin dipertemukan dengan Bulan Ramadan dalam keadaan penuh keberkahan dan kesiapan iman. Doa tersebut berbunyi:

اللَّهُمَّ أَهِلَّهُ عَلَيْنَا بِالْأَمْنِ وَالْإِيمَانِ، وَالسَّلَامَةِ وَالْإِسْلَامِ، وَالتَّوْفِيقِ لِمَا تُحِبُّ وَتَرْضَى، رَبَّنَا وَرَبُّكَ اللَّهُ

Ya Allah, tampakkanlah bulan ini kepada kami dengan membawa keamanan dan keimanan, keselamatan dan Islam, serta taufik untuk melakukan apa yang Engkau cintai dan ridai. Tuhan kami dan Tuhanmu (wahai bulan) adalah Allah.”

Akhirnya, dengan kegiatan silaturahmi JagalMu Sukoharjo ini diharapkan dapat mempererat ukhuwah, memperkuat pemahaman keislaman, serta meningkatkan kesiapan jamaah dalam menyambut Bulan Ramadan. Semoga Allah memberkahi.

Kontributor: Bapak Irsam Nasirin
PRM Karanganyar Weru Laksanakan Kunjungan Edukatif ke Museum Muhammadiyah Yogyakarta

PRM Karanganyar Weru Laksanakan Kunjungan Edukatif ke Museum Muhammadiyah Yogyakarta

Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Karanganyar melaksanakan kunjungan edukatif ke Museum Muhammadiyah Yogyakarta pada Rabu, 7 Januari 2026. Kegiatan ini diikuti oleh sebanyak 35 orang yang terdiri dari unsur pimpinan dan warga Muhammadiyah Karanganyar.

Berkenan turut serta dalam rombongan, Kepala Desa Karanganyar, Bapak Sugito, sebagai bentuk dukungan pemerintah desa terhadap kegiatan keagamaan dan edukasi yang dilaksanakan oleh Persyarikatan Muhammadiyah, meskipun beliau hadir secara pribadi pada kesempatan ini.

Ketua PRM Karanganyar, Bapak Sulardi, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menambah wawasan serta memperdalam pemahaman warga tentang sejarah berdirinya Muhammadiyah dan perjuangan KH. Ahmad Dahlan dalam menyebarkan dakwah Islam melalui jalur persyarikatan.

Museum Muhammadiyah
PRM Karanganyar Weru berkunjung ke Museum Muhammadiyah

Menurut beliau, pemahaman sejarah menjadi modal penting agar warga Muhammadiyah bisa lebih aktif secara struktural di persyarikatan, sekaligus juga memiliki kesadaran ideologis dan semangat perjuangan yang kuat dalam dakwah Muhammadiyah.

Museum Muhammadiyah berlokasi di kompleks Kampus Universitas Ahmad Dahlan (UAD) 4, Jalan Ringroad Selatan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Di sini tempat belajar sejarah yang utuh, diharapkan warga Muhammadiyah mampu melanjutkan perjuangan persyarikatan secara kontekstual sesuai dengan tantangan zaman.

Museum ini merupakan pusat dokumentasi dan informasi sejarah Muhammadiyah sejak didirikan pada tahun 1912 hingga perkembangan Muhammadiyah sebagai gerakan Islam yang berperan aktif dalam bidang dakwah, pendidikan, kesehatan, sosial, dan kemanusiaan, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Muhammadiyah
Melihat sejarah Muhammadiyah menumbuhkan kebanggaan pada persyarikatan

Bagi warga Muhammadiyah, kunjungan ke Museum Muhammadiyah memiliki nilai strategis dan edukatif. Selain sebagai sarana napak tilas sejarah persyarikatan, museum ini juga menjadi media untuk meneguhkan ideologi, memperkuat jati diri Muhammadiyah, serta meneladani semangat tajdid (pembaruan) yang diwariskan oleh KH. Ahmad Dahlan.

Di dalam Museum Muhammadiyah, para peserta kunjungan disuguhi berbagai koleksi bersejarah yang menggambarkan perjalanan panjang Muhammadiyah. Koleksi tersebut meliputi foto-foto pendiri dan tokoh Muhammadiyah dari berbagai periode, dokumen dan arsip penting persyarikatan, manuskrip lama, artefak dakwah, serta replika ruang belajar KH. Ahmad Dahlan.

Adanya kunjungan ini diharapkan mampu menumbuhkan rasa bangga bagi warga Muhammadiyah di ranting Karanganyar Weru, meningkatkan militansi dakwah, serta memperkuat kebersamaan dalam menggerakkan Muhammadiyah di tingkat ranting.

Kontributor: Bapak Budi Purwanto, S.Pd.I.
PRM Karanganyar Laksanakan Studi Tiru Manajemen Masjid di Masjid Jogokariyan Yogyakarta

PRM Karanganyar Laksanakan Studi Tiru Manajemen Masjid di Masjid Jogokariyan Yogyakarta

Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Karanganyar melaksanakan kegiatan studi tiru manajemen masjid di Masjid Jogokariyan, Yogyakarta, pada Rabu, 7 Januari 2026. Kegiatan ini diikuti oleh 35 peserta dan turut dihadiri secara pribadi Kepala Desa Karanganyar, Bapak Sugito.

Dalam sambutannya, Ketua PRM Karanganyar, Bapak Sulardi, menyampaikan bahwa kegiatan studi tiru ini bertujuan untuk memberikan wawasan dan pengalaman langsung kepada pengurus dalam mengelola masjid secara lebih profesional. Ia menegaskan bahwa Masjid Jogokariyan dipilih sebagai lokasi studi karena dikenal luas sebagai contoh sukses pengelolaan masjid berbasis pelayanan dan pemberdayaan umat.

PRM Karanganyar Weru
PRM Karanganyar Weru berkunjung ke Masjid Jogokariyan

Pemaparan materi disampaikan oleh Ustaz Willy yang menjelaskan bahwa peran masjid tidak hanya terbatas sebagai tempat pelaksanaan salat. Menurutnya, masjid sejatinya merupakan pusat aktivitas sosial, pendidikan, dan kesejahteraan umat. Dengan manajemen yang profesional, transparan, dan berbasis kebutuhan jamaah, Masjid Jogokariyan mampu menjadi magnet bagi masyarakat dan berbagai pihak untuk belajar tentang pengelolaan masjid yang ideal.

Ustaz Willy juga memaparkan sejumlah program unggulan Masjid Jogokariyan, di antaranya penguatan UMKM berbasis masjid, penyelenggaraan Pasar Rakyat setiap Ahad, serta Kampung Ramadan yang mampu menampung hingga 350 lapak pedagang. Selain itu, masjid juga memiliki program sosial seperti pembiayaan sekolah bagi warga yang tidak mampu, penyediaan ATM beras, hingga pendampingan hukum bagi masyarakat yang membutuhkan.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa keberhasilan Masjid Jogokariyan tidak lepas dari strategi manajemen yang sistematis, meliputi pemetaan dan pendataan jamaah, pelayanan yang optimal, serta pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.

Masjid Jogokariyan dikenal sebagai salah satu masjid percontohan nasional yang berlokasi di kawasan Jogokariyan, Yogyakarta. Masjid ini sering menjadi rujukan studi banding dari berbagai daerah karena konsistensinya dalam menerapkan konsep “masjid dari jamaah, oleh jamaah, dan untuk jamaah”.

Melalui kegiatan studi tiru ini, PRM Karanganyar berharap dapat mengadaptasi nilai-nilai dan praktik baik dari Masjid Jogokariyan untuk diterapkan dalam pengelolaan masjid di lingkungan Karanganyar, sehingga masjid dapat semakin berdaya guna bagi umat dan masyarakat sekitar.

Kontributor: Bapak Budi Purwanto, S.Pd.I.
Rapat Koordinasi PCM Weru Diperluas Digelar di Gedung Pertemuan Pondok Pesantren Modern Muhammadiyah Sangen Putri

Rapat Koordinasi PCM Weru Diperluas Digelar di Gedung Pertemuan Pondok Pesantren Modern Muhammadiyah Sangen Putri

Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Weru menggelar Rapat Koordinasi Pimpinan Cabang Muhammadiyah Weru Diperluas pada Selasa malam, 6 Januari 2026. Kegiatan ini dimulai pukul 20.30 WIB dan berlangsung di tempat Wakil Ketua PCM Weru, Ustaz H. Muhammad Saifudin, Lc., M.Ag., yang berlokasi di Gedung Pertemuan Pondok Pesantren Modern Muhammadiyah Sangen Putri, Dukuh Brunggang RT 01 RW 03 Desa Krajan, Kecamatan Weru.

Rapat koordinasi dihadiri oleh Pimpinan Harian PCM Weru, para pimpinan majelis dan lembaga PCM Weru, ketua Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM), serta ketua dari organisasi otonom (Ortom) se-Cabang Weru. Hadir pula ketua RT sekitar pondok dan juga asatiz Pondok Sangen.

Rakor PCM Weru
Rakor PCM Diperluas

Pertemuan dipandu oleh Wakil Sekretaris PCM Weru, Bapak Hasan Azis, S.Pd.I., M.Pd. yang bertindak sebagai MC, membuka pertemuan dengan bacaan basmalah. Suasana rapat semakin khidmat dengan lantunan tilawah Al-Qur’an yang dibacakan oleh Bapak Irsam Nasirin.

Selanjutnya, sambutan selamat datang sekaligus kultum iftitah disampaikan oleh tuan rumah, Ustaz H. Muhammad Saifudin, Lc., M.Ag. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh peserta rapat serta permohonan maaf apabila dalam penyambutan terdapat hal-hal yang kurang berkenan.

Tilawah
Tilawah Al-Qur'an

Dalam kultum, Ustaz H. Muhammad Saifudin mengutip perkataan Imam Syafi’i yang menyatakan bahwa apabila Allah tidak menurunkan Al-Qur’an secara keseluruhan, maka cukuplah diturunkan Surat Al-‘Ashr. Menurut beliau, nilai-nilai yang terkandung dalam surat tersebut telah dan terus direalisasikan oleh Muhammadiyah melalui amal usaha dan gerakannya dalam persyarikatan.

Surat Al-‘Ashr, lanjut beliau, menjadi pengingat penting tentang waktu, bahwa manusia berada dalam kerugian kecuali mereka yang beriman, beramal saleh, saling menasihati dalam kebenaran, dan kesabaran. Nilai-nilai tersebut sangat relevan dalam ibadah personal, juga dapat diaplikasikan dalam seluruh aspek kehidupan, termasuk dalam kehidupan bermasyarakat, berorganisasi, dan kepemimpinan.

Mudir Pondok Sangen
Laporan Mudir Ponpes Sangen

Sebagai Mudir Pondok Pesantren Modern Muhammadiyah Sangen, Ustaz H. Muhammad Saifudin juga menyampaikan laporan singkat terkait perkembangan pesantren. Pondok pesantren yang telah berusia delapan tahun ini didukung oleh 37 tenaga pengajar dan 23 pengasuh, dengan total sumber daya manusia sebanyak 99 orang yang terlibat dalam aktivitas kepesantrenan.

Adapun jumlah santri saat ini mencapai 402 orang, terdiri dari 190 santri putri dan 212 santri putra. Beliau juga menyampaikan bahwa sejumlah fasilitas pesantren berada dalam kondisi baik dan terus dimanfaatkan untuk menunjang proses pendidikan dan pembinaan santri. Selain itu, disampaikan pula bahwa wakaf pesantren telah resmi atas nama Persyarikatan Muhammadiyah.

Memasuki acara berikutnya, laporan panitia Milad Muhammadiyah ke-113 tingkat Cabang Weru disampaikan oleh Bapak Wisnu Jatmiko, S.Pd., selaku Ketua Majelis Tabligh PCM Weru. Dalam laporannya, beliau menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan Milad Muhammadiyah ke-113 di Cabang Weru telah terlaksana dengan baik dan sukses.

Milad 113
Laporan Milad 113

Kegiatan Milad tersebut dipusatkan di Puthuk Muhammadiyah Center Jatingarang dan dikemas dalam tiga agenda besar. Agenda pertama berupa Apel Akbar yang dilaksanakan pada Selasa, 18 November 2025. Agenda kedua adalah Tabligh Akbar yang digelar pada Ahad, 30 November 2025. Adapun agenda ketiga berupa kegiatan Jalan Sehat yang dilaksanakan pada Ahad, 7 Desember 2025.

Lebih lanjut disampaikan bahwa total dana yang digunakan dalam rangkaian kegiatan Milad Muhammadiyah ke-113 Cabang Weru sebesar Rp33.049.000. Dana tersebut bersumber dari iuran warga persyarikatan, infak pada kegiatan Tabligh Akbar, serta dukungan dana kas dari PCM Weru.

Sambutan sekaligus arahan kemudian disampaikan oleh Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Weru, Bapak H. Sumardi, S.Pd.I. Dalam arahannya, beliau menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya rapat koordinasi rutin yang dilaksanakan tiga bulan sekali ini dengan baik dan lancar.

Ketua PCM Weru juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada tuan rumah, Ustaz H. Muhammad Saifudin, Lc., M.Ag., yang telah berkenan menggelar pertemuan di lingkungan pesantren. Beliau berharap kegiatan rapat yang dilaksanakan di Pondok Pesantren Modern Muhammadiyah Sangen ini membawa keberkahan bagi seluruh peserta dan semakin menguatkan sinergi persyarikatan.

Lebih lanjut, Bapak H. Sumardi mengungkapkan rasa syukur dan apresiasinya atas perkembangan Pondok Pesantren Modern Muhammadiyah Sangen yang dinilai semakin menunjukkan kemajuan dari waktu ke waktu.

Beliau menyinggung momentum Milad Pondok Sangen ke-5 yang menghadirkan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof. Dr. Haedar Nashir, M.Si., sebagai sebuah capaian yang patut disyukuri. Beliau berharap, pada Milad ke-10 mendatang, Pondok Sangen dapat kembali menghadirkan tokoh nasional, bahkan mengundang Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Prof. Abdul Mu’ti.

Ketua PCM Weru
Ketua PCM Weru apresiasi kegiatan yang sukses digelar

Dalam kesempatan tersebut, Ketua PCM Weru juga mengimbau kepada seluruh warga Muhammadiyah di Cabang Weru untuk memondokkan putra-putrinya di pondok pesantren Muhammadiyah yang ada di wilayah Weru sebagai bentuk dukungan nyata terhadap penguatan lembaga pendidikan persyarikatan.

Bapak H. Sumardi turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan pihak terkait atas suksesnya penyelenggaraan Milad Muhammadiyah ke-113 di tingkat Cabang Weru. Beliau menilai rangkaian kegiatan tersebut telah berjalan dengan baik dan memberikan dampak positif bagi syiar Muhammadiyah di masyarakat.

Ketua PCM Weru juga menyampaikan laporan singkat terkait kegiatan-kegiatan di tingkat Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sukoharjo. Menurut beliau, program-program yang dijalankan tidak harus bersifat muluk-muluk, namun yang terpenting dapat berjalan dengan baik, lancar, dan berkelanjutan. Oleh karena itu, beliau berharap di tingkat PCM Weru juga dapat dirumuskan progres dan program tahunan yang realistis serta dapat dilaksanakan secara konsisten.

Bapak H. Sumardi juga menyampaikan beberapa hal, termasuk yang masih wacana dan perencanaan agar hadirin bisa turut mendoakan terwujudnya wacana tersebut. Untuk kegiatan Ramadan yang akan datang mohon untuk bisa dipersiapkan sebaik mungkin, bisa kolaborasi antara Majelis Tabligh dengan Majelis Tarjih PCM Weru.

Acara berlanjut dengan laporan-laporan kegiatan dari beberapa majelis dan lembaga, sebagai bentuk tanggung jawab atas amanah yang dipegang. Namun, tidak semua majelis dan lembaga melaporkan kegiatan, karena waktu yang tidak memungkinkan.
Libur Sekolah dan Kehangatan yang Terkikis

Libur Sekolah dan Kehangatan yang Terkikis

Oleh: Ustaz H. Muhammad Saifudin, Lc., M.Ag.
Mudir Pondok Pesantren Modern Muhammadiyah Sangen

Libur sekolah seharusnya penuh tawa, lapangan ramai anak-anak berlari, bermain, atau duduk bersama keluarga sambil bercerita. Nyatanya, banyak anak kini lebih dekat dengan layar gawai daripada teman atau keluarga. Gawai seakan menjadi teman yang selalu ada, menyuguhkan hiburan, informasi, dan tutorial keterampilan dalam hitungan detik.

Manfaat gawai memang nyata. Anak-anak bisa belajar hal baru, menonton tutorial, atau sekadar bersantai. Namun, saat terlalu lama menatap layar, interaksi manusiawi menjadi tipis. 

Percakapan di keluarga berkurang, waktu bersama teman terasa hambar, dan aktivitas fisik terbatas. Libur yang seharusnya mengisi energi kini kerap berubah menjadi waktu “diam di depan layar.”

Ust. H. M. Saifudin, Lc., M.Ag.
Libur Sekolah dan Kehangatan yang Terkikis

Fenomena ini terlihat jelas di lapangan dan taman. Anak-anak duduk bersama orang tua, masing-masing terpaku pada gawai. Hadir secara fisik, tapi tidak sepenuhnya hadir secara sosial. Dampaknya tidak hanya pada komunikasi, tetapi juga pada perkembangan fisik dan emosional mereka.

Sebagai pendidik, saya menyadari bahwa sekadar membatasi gawai tidak cukup. Anak-anak yang terbiasa dengan perangkat digital perlu bimbingan bijak. 

Libur sekolah dapat menjadi momen menyeimbangkan penggunaan gawai dengan aktivitas fisik, membaca buku, atau bercakap hangat dengan keluarga. Dengan begitu, anak belajar memanfaatkan teknologi tanpa kehilangan kemampuan bersosialisasi.

Sekolah dan orang tua memiliki peran penting dalam membangun ritme digital yang sehat. Anak perlu diajarkan menilai mana konten yang bermanfaat dan mana yang sekadar menghabiskan waktu. 

Keseimbangan ini bukan hanya soal membatasi layar, tetapi juga menumbuhkan kesadaran kapan terhubung dengan dunia digital dan kapan hadir sepenuhnya di dunia nyata.

Hari libur bukan sekadar jeda dari pelajaran. Ia adalah kesempatan anak-anak belajar hidup: menjaga kebersamaan, bergerak, bermain, dan menggunakan teknologi secara bijak. Gawai bisa menjadi teman yang bermanfaat, tetapi jika mengikis kehangatan dan interaksi nyata, manfaatnya pun menjadi samar.

Sekolah dapat merancang aktivitas ringan selama libur, seperti membaca bebas, membuat jurnal harian, atau proyek kecil berbasis keluarga. Orang tua pun bisa menjadi mitra pendidikan: mendampingi anak membaca bersama, berdiskusi ringan, atau melakukan aktivitas kreatif. Pendekatan ini menjaga anak tetap aktif secara fisik dan sosial, sekaligus membangun kesadaran penggunaan teknologi yang sehat.

Libur yang dikelola bijak tidak mengurangi kebebasan anak. Justru, ia menjadi bagian dari strategi pembelajaran jangka panjang: membentuk anak yang cerdas, disiplin, dan mampu menyeimbangkan dunia digital dengan kehidupan nyata. 

Libur sekolah bukan musuh pendidikan, tetapi peluang bagi anak untuk tumbuh secara utuh, fisik, sosial, dan emosional. Libur sekolah adalah kesempatan bagi anak hadir sepenuhnya di dunia nyata, sambil tetap memanfaatkan teknologi dengan bijak.

Tulisan ini telah dimuat di TIMES INDONESIA
Kajian Rutin Aisyiyah Desa Ngreco di Masjid Darussalam Candi, Ustaz Didik Efendi Ajak Bersabar dalam Keimanan

Kajian Rutin Aisyiyah Desa Ngreco di Masjid Darussalam Candi, Ustaz Didik Efendi Ajak Bersabar dalam Keimanan

Kajian Rutin Aisyiyah Desa Ngreco kembali diselenggarakan pada Ahad, 7 Desember 2025 bertempat di Masjid Darussalam Candi. Kegiatan yang dimulai pukul 12.30 WIB ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus menambah wawasan keagamaan bagi masyarakat Aisyiyah Desa Ngreco.

Hadir dalam kajian tersebut Ketua Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA) Desa Ngreco Ibu Hj. Dra. Listyo Kasni, Sekretaris Desa Ngreco Ibu Dra. Purwaningsih, serta ibu-ibu Aisyiyah Desa Ngreco, yang datang dari berbagai dukuh. Berkenan hadir juga beberapa tokoh masyarakat Dukuh Candi.

Ust Didik Ulya
Kajian disampaikan oleh Ustaz Didik Efendi

Acara dipandu oleh Ibu Yeni Murniati yang bertindak sebagai MC. Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, dilanjutkan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Saudari Umi Nur Baiti. Dengan lantunan ayat suci diharapkan pertemuan mendapat keberkahan dari Allah Swt.

Ketua PRA Desa Ngreco Ibu Hj. Dra. Listyo Kasni, dalam sambutannya, mengajak seluruh ibu-ibu Aisyiyah untuk tetap istikamah mengikuti kajian rutin yang telah disepakati. Menurut beliau, keistiqamahan ini sangat penting untuk menambah pemahaman agama dan mempererat tali silaturahmi.

Materi kajian inti disampaikan oleh Ustaz Didik Efendi, S.T., ketua MUI Kecamatan Weru. Beliau mengawali tausiah dengan mengajak hadirin mengucapkan hamdalah sebagai bentuk syukur kepada Allah Swt., dan berselawat untuk Rasulullah Muhammad Saw.

Kali ini, Ustaz Didik Efendi menyampaikan sebuah tentang seorang wanita ahli surga yang semasa hidup di dunia dikenal memiliki kulit hitam dan menderita penyakit ayan. Ketika penyakitnya kambuh, ia kerap tidak sadar hingga pakaiannya terbuka dan auratnya tersingkap.

Namun dalam doanya, wanita tersebut tidak meminta kesembuhan, melainkan memohon agar pakaiannya tidak terbuka saat penyakitnya menyerang agar auratnya tetap terjaga. Tidak banyak orang yang mau dekat dengannya, tetapi ia menjalani ujian hidupnya dengan sabar, tidak mengeluh, dan hanya berharap rida serta surga Allah.

Kajian rutin
Ibu-ibu Aisyiyah semangat ikuti kajian

Dari kisah tersebut, Ustaz Didik menyimpulkan dua pelajaran penting: pertama, besarnya pahala yang Allah berikan bagi hamba yang bersabar; kedua, pentingnya tidak meremehkan orang lain karena kemuliaan seseorang ada pada iman dan ketakwaannya, bukan tampilan fisik atau kondisi lahiriah.

Semoga dengan terselenggaranya pengajian rutin ini bisa menjadi sarana bagi ibu-ibu Aisyiyah Desa Ngreco untuk lebih memahami ajaran agama Islam sehingga terpantik untuk mengamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Kontributor: Ibu Yeni Murniati
PRM dan KL LazisMu Karangwuni Gelar Pengajian serta Pentasyarufan Santunan Dhuafa dalam Rangka Milad 113 Muhammadiyah

PRM dan KL LazisMu Karangwuni Gelar Pengajian serta Pentasyarufan Santunan Dhuafa dalam Rangka Milad 113 Muhammadiyah

Dalam rangka memperingati Milad ke-113 Muhammadiyah, Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Karangwuni bersama KL LazisMu Karangwuni menggelar kegiatan pengajian dan pentasyarufan santunan bagi dhuafa.

Acara berlangsung pada Ahad, 7 Desember 2025 pukul 09.30 WIB di Masjid Sholikhin Ngampas, yang sekaligus menjadi pusat aktivitas PRM dan kantor layanan LazisMu Karangwuni. Suasana pengajian berlangsung penuh semangat.

Pada kesempatan tersebut, KL LazisMu Karangwuni menyalurkan santunan kepada 25 dhuafa dari berbagai dusun di wilayah Karangwuni. Penyerahan dilakukan secara langsung oleh pengurus untuk menghadirkan manfaat yang benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan.

PRM Karangwuni
Pengajian Milad 113 di Ranting Karangwuni

Kepala Desa Karangwuni, Bapak Sri Margono, A.Md., dalam sambutan memberikan apresiasi terhadap kegiatan ini. Beliau menyatakan bahwa kehadiran pengajian dan agenda sosial seperti ini sangat membantu memperkuat nilai-nilai keagamaan di masyarakat.

Dalam laporan kegiatan, pengurus KL LazisMu Karangwuni, Bapak Makmuri, S.Ag., menyampaikan bahwa sepanjang tahun 2025 LazisMu telah mentasyarufkan dana sebesar Rp30.607.000. Menunjukkan kepercayaan masyarakat serta kesungguhan LazisMu dalam mengelola amanah umat.

Sementara itu, Ketua PRM Karangwuni, Bapak Widodo, S.H., menegaskan bahwa LazisMu adalah bentuk dakwah nyata yang manfaatnya dapat langsung dirasakan oleh masyarakat, terutama mereka yang berada dalam kondisi kurang mampu.

Pengajian inti disampaikan oleh Ustaz H. Muhammad Tri Wibowo, S.Pd.I., Sekretaris PDM Sukoharjo. Menguatkan semangat perjuangan Muhammadiyah yang telah berlangsung lebih dari satu abad dengan implementasi nilai-nilai Islam berkemajuan.

Kegiatan Milad ini juga menjadi momentum kepedulian terhadap saudara-saudara di Aceh dan Sumatera yang sedang tertimpa musibah banjir. PRM Karangwuni membuka penggalangan donasi peduli Aceh dan Sumatera dan berhasil menghimpun dana sebesar Rp1.013.500 dari para jamaah yang hadir.

Seluruh rangkaian kegiatan Milad 113 Muhammadiyah di Karangwuni ini merupakan hasil sinergi antara PRM, PRA, dan KL LazisMu Karangwuni. Sebuah semangat kebersamaan dalam menghadirkan dakwah yang menguatkan umat, memajukan pendidikan, dan menebar kepedulian sosial.
Selamat! MIM Sidowayah Raih Penghargaan Sekolah Adiwiyata Kabupaten Sukoharjo 2025

Selamat! MIM Sidowayah Raih Penghargaan Sekolah Adiwiyata Kabupaten Sukoharjo 2025

MIM Sidowayah yang beralamat di Sidowayah RT 01 RW 06, Desa Ngreco, Kecamatan Weru, Kabupaten Sukoharjo, berhasil meraih penghargaan sebagai Sekolah Adiwiyata Kabupaten Sukoharjo Tahun 2025.

Penghargaan tersebut diserahkan pada Kamis, 4 Desember 2025 di Ruang Rapat Wijaya 2, Gedung Menara Wijaya Lantai 9, Sukoharjo, dalam rangkaian Penilaian Calon Sekolah Adiwiyata Kabupaten Sukoharjo dan Calon Sekolah Adiwiyata Provinsi Jawa Tengah Tahun 2025.

Pada kegiatan ini, MIM Sidowayah diwakili oleh Kepala MIM Sidowayah, Ibu Hj. Sukini, M.Ag., bersama Ibu Siti Lufiyati, S.Pd. Sebuah capaian prestasi yang membanggakan bagi Persyarikatan Muhammadiyah Cabang Weru.

MIM Sidowayah
MIM Sidowayah meraih penghargaan Sekolah Adiwiyata Kabupaten Sukoharjo Tahun 2025

Program Sekolah Adiwiyata merupakan upaya nasional untuk menciptakan sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan. Penghargaan Sekolah Adiwiyata bukan hanya bentuk apresiasi, tetapi juga pengakuan atas komitmen sekolah dalam menjaga kualitas lingkungan pendidikan.

Sekolah yang memperoleh predikat ini dinilai mampu menanamkan nilai-nilai pelestarian lingkungan dalam pembelajaran, membiasakan perilaku ramah lingkungan dalam keseharian warga sekolah, serta memiliki sarana dan kebijakan yang mendukung terciptanya lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Keberhasilan MIM Sidowayah menjadi Sekolah Adiwiyata Kabupaten Sukoharjo 2025 menunjukkan kesungguhan seluruh elemen sekolah dalam mewujudkan budaya lingkungan yang positif.

Dengan adanya penghargaan ini, MIM Sidowayah diharapkan semakin termotivasi untuk meningkatkan kualitas pendidikan berbasis lingkungan dan memperkuat upaya pelestarian lingkungan di lingkungan sekolah maupun masyarakat sekitar.

Prestasi ini adalah langkah awal yang baik bagi MIM Sidowayah untuk semakin berkembang dan berpeluang meraih penghargaan di tingkat yang lebih tinggi pada masa mendatang. Semoga capaian ini membawa manfaat besar bagi sekolah, peserta didik, dan masyarakat Desa Ngreco.