Muhammadiyah Weru
PDM Sukoharjo Laksanakan Turba ke PCM Weru di Aula SMK Muhammadiyah Watukelir

PDM Sukoharjo Laksanakan Turba ke PCM Weru di Aula SMK Muhammadiyah Watukelir

Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sukoharjo melaksanakan kegiatan kunjungan dan silaturahmi Turun ke Bawah (Turba) ke Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Weru pada Kamis, 5 Maret 2026. Kegiatan yang berlangsung di Aula SMK Muhammadiyah Watukelir ini dimulai pukul 09.30 WIB dan diikuti oleh unsur pimpinan Muhammadiyah di tingkat cabang.

Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua PCM Weru dan Ketua PCA Weru beserta jajaran pimpinan harian, para ketua majelis dan lembaga, serta para kepala sekolah Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) bidang pendidikan di lingkungan PCM Weru.

Turba
Kegiatan turba PDM Sukoharjo 

Sementara itu dari PDM Sukoharjo hadir langsung Ketua PDM Sukoharjo, Drs. Djumari, S.Ag., M.Si. Kunjungan ini merupakan bagian dari agenda Turba PDM Sukoharjo untuk mempererat silaturahmi sekaligus melakukan pembinaan kepada pimpinan Muhammadiyah di tingkat cabang.

Rangkaian kegiatan Turba tersebut dipandu oleh Wakil Bendahara PCM Weru, Bapak Makmuri, S.Ag. selaku pembawa acara. Acara diawali dengan pembukaan, dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang menambah kekhidmatan suasana.

Turba
Suasana pembukaan pertemuan

Setelah itu, para peserta bersama-sama menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars Sang Surya sebagai bentuk peneguhan semangat kebangsaan dan komitmen dalam gerakan dakwah Muhammadiyah.

Selanjutnya kultum iftitah disampaikan oleh Wakil Ketua PCM Weru, Ustaz M. Saifudin, Lc., M.Ag, yang juga Mudir Ponpes Modern Muhammadiyah Sangen. Dalam kultum singkat ini, beliau mengingatkan pentingnya berorganisasi dalam rangka menegakkan amar makruf nahi mungkar.

Ustaz Saifudin mengutip ayat yang sangat populer di lingkungan Persyarikatan Muhammadiyah, yaitu firman Allah dalam QS. Ali Imran ayat 104 yang menyeru agar ada sekelompok umat yang mengajak kepada kebaikan, memerintahkan yang makruf, dan mencegah yang mungkar.

Kultum iftitah
Kultum iftitah Ustaz Saifudin 

Menurut pandangan beliau, ayat ini menjadi landasan kuat bagi umat Islam untuk membangun organisasi dakwah yang teratur dan terarah. Selain itu, beliau juga mengingatkan pentingnya kepemimpinan dalam kebersamaan.

Dalam sebuah hadis disebutkan bahwa jika tiga orang bepergian bersama, maka hendaknya mereka menunjuk salah satu di antara mereka sebagai pemimpin. Hal ini menunjukkan bahwa dalam setiap kebersamaan diperlukan kepemimpinan agar perjalanan dan tujuan dapat berjalan dengan baik dan tertata.

Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh Ketua PCM Weru, Bapak H. Sumardi, S.Pd.I. Beliau mengucapkan selamat datang dan terima kasih atas kehadiran Ketua PDM Sukoharjo yang telah berkenan melaksanakan kegiatan Turba di wilayah PCM Weru.

Pak Mardi mengingatkan kembali sejarah berdirinya PCM Weru yang dirintis pada tahun 1964. Perintisan tersebut diinisiasi oleh Bapak Abdul Salam dari Ngepungsari bersama sejumlah tokoh Muhammadiyah lainnya yang kini sebagian besar telah berpulang.

Ketua PCM Weru
Sambutan Ketua PCM Weru 

Beliau juga menyebutkan nama-nama para ketua ranting perdana di seluruh wilayah Cabang Weru sebagai bentuk penghargaan atas perjuangan mereka. Para perintis tersebut berjuang menegakkan dakwah Muhammadiyah di tengah berbagai tantangan pada masa itu, termasuk situasi yang tidak mudah karena adanya pengaruh PKI.

Di akhir sambutannya, Pak Mardi melaporkan beberapa kegiatan yang dilaksanakan selama Ramadan oleh PCM Weru, di antaranya pengajian Ahad pagi yang dipusatkan di GDM Kalisige, kegiatan tarawih keliling PCM ke 13 ranting, penjadwalan imam dan khatib Salat Idulfitri, serta program santunan untuk kaum duafa yang disalurkan melalui LazisMu, dan berbagai kegiatan lainnya.

Acara inti pembinaan oleh Ketua PDM Sukoharjo, Bapak Drs. Djumari, S.Ag., M.Si. Beliau menyampaikan bahwa Muhammadiyah memiliki tugas besar yang diberikan oleh Allah Swt., yaitu memberikan pencerahan kepada masyarakat.

Muhammadiyah hadir untuk menyinari orang-orang yang belum mengetahui ilmu serta mengusir “kabut hitam” ketidakpahaman melalui dakwah dan pendidikan. Karena itulah Muhammadiyah sejak awal banyak mendirikan sekolah sebagai sarana mencerdaskan umat.

Ketua PDM Sukoharjo ini mengutip firman Allah dalam QS. Al-Baqarah ayat 253 yang menjelaskan tentang para rasul yang diutus untuk menyampaikan kalam Allah, dan sebagian di antara mereka ditempatkan pada derajat yang tinggi.

Menurut beliau, Muhammadiyah mengambil peran sebagai salah satu penerus risalah tersebut dengan terus menyampaikan ajaran Islam kepada masyarakat melalui berbagai bidang dakwah.

Pembinaan PDM Sukoharjo
Ketua PDM Sukoharjo menyampaikan pembinaan

Dalam perjalanan sejarahnya, Muhammadiyah juga banyak melakukan pencerahan melalui ijtihad. Berbagai pemikiran dan langkah ijtihad tersebut menghadirkan banyak kemaslahatan bagi umat Islam dan masyarakat luas.

Lebih lanjut beliau menegaskan bahwa Allah telah memberikan banyak kemudahan kepada Muhammadiyah dengan berdirinya berbagai Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) di berbagai bidang.

AUM tersebut tidak sekadar lembaga pelayanan, tetapi dipandang sebagai media dakwah, tempat pengkaderan dalam Persyarikatan, sekaligus menjadi pendukung utama bagi keberlangsungan kegiatan Muhammadiyah.

Pak Djumari juga menekankan bahwa pimpinan AUM memiliki tanggung jawab penting dalam menanamkan identitas dan nilai-nilai Muhammadiyah kepada seluruh warga di dalamnya, baik kepada siswa, santri, maupun para guru.

Disampaikan bahwa masih banyak ditemukan kasus seseorang bekerja di lingkungan Muhammadiyah, namun belum sepenuhnya memahami atau menghayati paham Muhammadiyah.

Pimpinan AUM diharapkan aktif membina organisasi otonom di lingkungan sekolah, seperti Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), Hizbul Wathan (HW), dan Tapak Suci (TS). Pembinaan tersebut penting agar kader-kader muda Muhammadiyah tumbuh dengan baik serta memiliki komitmen terhadap perjuangan persyarikatan.

Beliau menegaskan agar setiap AUM tetap menjaga kemurnian arah perjuangan Muhammadiyah, sehingga bebas dari paham, misi, maupun kepentingan pihak lain, baik secara langsung maupun tidak langsung, yang berpotensi merugikan dan merusak persyarikatan.

Beliau menyampaikan bahwa salah satu tugas Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah saat ini adalah memperkuat penanaman ideologi, politik organisasi, dan organisasi (ideopolitor) kepada para pimpinan serta pengelola AUM agar semakin kokoh dalam menjalankan amanah dakwah Muhammadiyah.

Melalui kegiatan Turba ini diharapkan terjalin komunikasi yang lebih erat antara PDM Sukoharjo dan PCM Weru, sehingga program-program Muhammadiyah dapat berjalan selaras dan semakin memberikan manfaat bagi umat.
Kegiatan Tarawih Keliling PCM Weru Tim 4 di Ranting Ngreco

Kegiatan Tarawih Keliling PCM Weru Tim 4 di Ranting Ngreco

Kegiatan Tarawih Keliling (Tarling) Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Weru pada Selasa, 3 Maret 2026, dilaksanakan oleh Tim 4 dengan Ketua Tim Bapak Wagiyo, S.Pd., selaku Bendahara PCM Weru. Bertugas sambang ke Ranting Ngreco.

Rangkaian acara diawali dengan ifthar bersama di kediaman Ketua PRM Ngreco, Bapak Danuri, M.Ag. Dalam suasana kekeluargaan tersebut, kajian menjelang berbuka disampaikan oleh Bapak Muhammad Zarkasi dengan tema Memaksimalkan Bulan Ramadan.

Kajian
Kajian sebelum ifthar

Beliau mengajak hadirin untuk menentukan target selama Ramadan, baik secara pribadi maupun dalam lingkup keluarga. Setidaknya terdapat empat target utama yang perlu dikuatkan, yaitu menjaga kualitas puasa, menghidupkan salat malam, memperbanyak membaca Al-Qur’an, serta menumbuhkan semangat thalabul ‘ilmi.

Sebagai tindak lanjut, Bapak Zarkasi juga mengajak untuk senantiasa melakukan introspeksi diri dan keluarga, sejauh mana target-target Ramadan tersebut telah diupayakan secara maksimal.

Pada malam yang sama juga dilaksanakan Salat Gerhana Bulan di Masjid Darussalam Candi. Bertindak sebagai imam adalah Bapak Sutarto, sementara khatib adalah Bapak Danuri, M.Ag.

Dalam khutbahnya disampaikan bahwa gerhana bulan merupakan salah satu tanda kekuasaan Allah Swt., yang hendaknya semakin menambah keimanan dan kesadaran manusia untuk mendekatkan diri kepada-Nya.

Setelah rangkaian tersebut, kegiatan dilanjutkan dengan Salat Tarawih berjemaah di Masjid Darussalam, Candi, Ngreco, dengan imam Ustaz Alif Munandar.

Takmir Masjid Darussalam, Bapak Riyanto, S.H., dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat datang dan terima kasih kepada Tim Tarling PCM Weru atas kunjungan dan kebersamaannya.

Sambutan juga disampaikan oleh Bapak Wagiyo, S.Pd., selaku Ketua Tim, yang menegaskan pentingnya menjaga sinergi dakwah dan memperkuat ukhuwah di bulan suci Ramadan.

Tarling
Tarling di PRM Ngreco
Kultum Tarawih disampaikan oleh Ustaz Daryanto, Wakil Mudir Ponpes Modern Muhammadiyah Sangen. Dalam tausiyahnya, beliau menyampaikan ciri-ciri orang beriman yang mendapatkan anugerah dari Allah.

Di antaranya adalah bersegera melaksanakan perintah Allah dan Rasul-Nya, mendirikan salat dengan sungguh-sungguh, memutuskan perkara melalui musyawarah, serta ringan dalam mengeluarkan infak.

Melalui kegiatan Tarling ini, diharapkan semangat beribadah dan kebersamaan warga Muhammadiyah di Ranting Ngreco semakin kokoh serta membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat.

Kontributor: Kusnia Arianto
Kegiatan Tarawih Keliling PCM Weru Tim 2 di Ranting Karangtengah

Kegiatan Tarawih Keliling PCM Weru Tim 2 di Ranting Karangtengah

Kegiatan Tarawih Keliling (Tarling) Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Weru kembali dilaksanakan. Kali ini pada Selasa, 3 Maret 2026. Tim 2 yang diketuai oleh Bapak H. Sumardi, S.Pd.I., selaku Ketua PCM Weru, melaksanakan rangkaian kegiatan di ranting Karangtengah.

Kajian
Ifthar tim 2

Agenda diawali dengan ifthar bersama di Musala Al Falah Pokakan. Buka puasa disediakan oleh Bapak Drs. H. Samingan. Semoga Allah membalas kebaikan beliau dengan pahala yang melimpah dan keberkahan yang berlipat.

Menjelang berbuka, kajian ifthar disampaikan oleh Bapak Kadir Sagiman, A.Ma., dengan pesan singkat namun mendalam melalui isyarat, “Bersabarlah!” Pesan tersebut terasa sangat relevan, terlebih di tengah suasana hujan deras yang disertai angin kencang dan suara petir yang menggelegar hingga menyebabkan listrik padam.

Usai ifthar dan Salat Magrib, rombongan melanjutkan Salat Tarawih berjemaah di Masjid Jami’ Gangin dengan imam Bapak Setya Budi. Sambutan pertama disampaikan oleh Takmir Masjid Jami’ Gangin, Bapak Danang Kurniawan, yang menyampaikan selamat datang kepada rombongan Tarling PCM Weru serta memohon maaf apabila dalam penyambutan terdapat kekurangan.

Ketua PCM Weru, Bapak H. Sumardi, S.Pd.I., memberikan sambutan. Beliau memperkenalkan anggota Tim Tarling 2 yang hadir sekaligus menyampaikan perkembangan dan aset PCM Weru. Di antaranya adalah kepemilikan tanah di sebelah selatan Masjid Jami’ Gangin.

Tarling
Pelaksanaan kegiatan tarling

Sekilas juga disampaikan rencana dan pengembangan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) berupa pendirian Madrasah Aliyah di Ponpes Sangen serta SMA di Ponpes Atmo Wahyono.

Ketua PCM Weru juga menyampaikan berbagai gerakan inspiratif di tingkat ranting, seperti ambulans milik Ranting Grogol, AUM BMT Ranting Karangtengah yang telah memiliki aset mencapai 5 miliar rupiah, santunan rutin bagi kaum duafa di Karangtengah, serta gerakan sedekah rosok di Jatingarang yang menjadi kreativitas sosial yang patut diapresiasi.

Kultum oleh Bapak Drs. H. Subeno yang menyampaikan pesan sederhana namun penuh makna: berbicara di tempat yang baik, di waktu yang baik, kepada orang-orang yang baik, maka yang dibicarakan pun hendaknya adalah hal-hal yang baik.

Adapun peserta Tim Tarling 2 yang hadir dalam kegiatan ini antara lain: Bapak H. Sumardi, S.Pd.I., Drs. H. Samingan, Sagiman, A.Ma., Nur Rohmat, S.E., Samino, S.Pd., Drs. H. Subeno, Agus Darmawan, S.E., Irsam Nasirin, Agus Darmaji, S.E., Setya Budi, Haryanto, S.E., Hartoyo, S.Ag., dan Mahfudz A.I.

Kegiatan Tarling ini semakin meneguhkan semangat dakwah dan kebersamaan di tengah masyarakat, sekaligus menjadi momentum memperkuat sinergi antar ranting dalam membangun Amal Usaha Muhammadiyah yang berkemajuan.

Kontributor: Irsam Nasirin
Kegiatan Tarawih Keliling PCM Weru Tim 3 di Ranting Tegalsari

Kegiatan Tarawih Keliling PCM Weru Tim 3 di Ranting Tegalsari

Kegiatan Tarawih Keliling (Tarling) Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Weru terus berlangsung dalam rangka menghidupkan syiar Ramadan dan mempererat ukhuwah antarwarga Muhammadiyah.

Pada Selasa, 3 Maret 2026, Tim 3 yang dipimpin oleh Bapak Ahmad Sarwiji Majid melaksanakan kegiatan di wilayah Ranting Tegalsari. Rangkaian kegiatan diawali dengan ifthar bersama di Masjid Aly Al Hubaydi (Al Hidayah), Tegalsari.

Foto bersama
Foto bersama tim tarling

Menjelang waktu berbuka, kajian ifthar disampaikan oleh Bapak Drs. H. Gatot Subroto dengan mengangkat pesan dari QS. Ibrahim ayat 32–34 yang menjelaskan bahwa seluruh alam semesta yang diciptakan Allah diperuntukkan bagi kehidupan manusia.

Allah menyebutkan berbagai nikmat-Nya secara berurutan, mulai dari langit dan bumi, hujan yang menumbuhkan buah-buahan, sungai yang mengalir, kapal yang berlayar di lautan, hingga matahari dan bulan yang beredar secara teratur.

Selain itu, Allah juga menghadirkan malam dan siang yang silih berganti sebagai bagian dari nikmat-Nya. Pada akhir ayat tersebut Allah mengingatkan bahwa jika manusia berusaha menghitung nikmat-Nya, niscaya tidak akan mampu menghitungnya.

Nikmat Allah tentu saja sangat banyak, terus-menerus dan tidak terhingga, sehingga manusia sudah sewajarnya untuk senantiasa bersyukur kepada-Nya. Bahkan dengan syukur itu akan mendatangkan nikmat yang lebih banyak lagi.

Setelah Salat Magrib, dilaksanakan salat gerhana bulan yang dipimpin oleh Bapak Ihsan Fitrianto, S.T. sebagai imam sekaligus khatib. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan salat Tarawih berjamaah di Masjid Aly Al Hubaydi Tegalsari dengan imam Bapak Suranto, S.Pd.

Sambutan disampaikan oleh Ketua PRM Tegalsari, Bapak Ihsan Fitrianto, S.T., yang menyambut kedatangan Tim Tarling 3 PCM Weru dengan tangan terbuka serta menyampaikan apresiasi atas kunjungan dakwah tersebut.

Kultum Tarawih disampaikan oleh Ustaz Abu Ghulam al Dayui. Beliau mengajak jemaah untuk memohon kepada Allah agar dipertemukan dengan malam Lailatul Qadar yang penuh kemuliaan.

Tarling
Suasana tarling PCM Weru

Selain itu, beliau menjelaskan keutamaan seorang wanita atau istri dalam Islam, yaitu wanita yang menjaga salat wajibnya, taat kepada suami dalam kebaikan, serta menjaga kehormatan dirinya, maka dijanjikan surga oleh Allah dan dapat memasukinya dari pintu mana saja yang dikehendaki.

Kegiatan Tarling ini dihadiri oleh sejumlah anggota Tim Tarling 3 PCM Weru, di antaranya Bapak Sarwiji Majid, Bapak Abu Ghulam al Dayui, Bapak Ihsan Fitrianto, Suranto, S.E., Bapak Suranto, S.Pd., Bapak Drs. H. Gatot Subroto, Bapak Drs. Suratno, Bapak Tri Rahmidi, M.Pd., Bapak Donny Miyan Saputra, S.Pd.I., Bapak Slamet Wahyudin, Bapak Sutarmadi, S.Kom., dan Bapak Rizal Suratno.

Adanya kegiatan Tarling ini diharapkan semakin memperkuat semangat dakwah, mempererat kebersamaan, serta meningkatkan kesadaran umat untuk mensyukuri nikmat Allah dan memaksimalkan ibadah di bulan suci Ramadan.

Kontributor: Abu Ghulam al Dayui
Kegiatan Tarawih Keliling PCM Weru Tim 1 di Ranting Karangwuni

Kegiatan Tarawih Keliling PCM Weru Tim 1 di Ranting Karangwuni

Kegiatan Tarawih Keliling (Tarling) Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Weru terus digelorakan selama Ramadan 1447 H. Pada Selasa, 3 Maret 2026, Tim 1 yang dipimpin oleh Bapak H. Sukasno, S.H., selaku Wakil Ketua PCM Weru, melaksanakan kunjungan ke Ranting Karangwuni.

Kegiatan diawali dengan ifthar bersama di kediaman Ketua PRM Karangwuni, Bapak Widodo, S.H. Suasana kebersamaan terasa hangat dalam momentum berbuka puasa tersebut. Menjelang waktu magrib, kajian ifthar disampaikan oleh Bapak Bandono, S.Pd.I.

Kajian
Kajian sebelum ifthar 

Pak Bandono mengangkat tema singkat namun penuh makna, yaitu “Jangan Sombong.” Dalam tausiyahnya, beliau mengingatkan bahwa kesombongan adalah sifat tercela yang dapat merusak amal dan hubungan antarsesama. Seorang muslim hendaknya senantiasa rendah hati, menyadari bahwa segala nikmat yang dimiliki berasal dari Allah Swt.

Usai ifthar dan Salat Magrib, rombongan melaksanakan Salat Tarawih berjemaah di Masjid Sholihin, Dukuh Ngampas, Karangwuni. Salat Tarawih dipimpin oleh Bapak Supadi, S.Pd.I. yang bertindak selaku imam.

Setelah selesai salat, Ketua Takmir Masjid Sholihin menyampaikan ucapan selamat datang dan terima kasih kepada Tim Tarling PCM Weru atas kunjungan dan kebersamaannya dalam menghidupkan Ramadan.

Tarling
Tarling ke Ranting Karangwuni 

Kultum Tarawih disampaikan oleh Bapak H. Sukasno, S.H. Beliau menyampaikan bahwa seluruh perkara orang beriman adalah baik dan bernilai pahala. Ketika mendapatkan nikmat ia bersyukur, dan ketika ditimpa ujian ia bersabar, sehingga kedua keadaan tersebut sama-sama membawa kebaikan bagi dirinya.

Kegiatan Tarling ini diikuti oleh jamaah Masjid Sholihin serta Tim Tarling PCM Weru Kelompok 1. Diharapkan melalui kegiatan ini, ukhuwah Islamiyah semakin erat dan semangat beribadah masyarakat Karangwuni semakin meningkat di bulan suci Ramadan.

Kontributor: H. Sukasno, S.H.
Kegiatan Tarawih Keliling PCM Weru Tim 5 di Ranting Karanganyar

Kegiatan Tarawih Keliling PCM Weru Tim 5 di Ranting Karanganyar

Kegiatan Tarawih Keliling (Tarling) Tim 5 Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Weru dilaksanakan pada Selasa, 3 Maret 2026, dengan tujuan mempererat silaturahmi dan menguatkan semangat dakwah di PRM Karanganyar.

Tarling
Tarling ke Ranting Karanganyar 

Rangkaian acara diawali dengan ifthar jama’i yang bertempat di kediaman Bapak Sumadi selaku tuan rumah. Kajian menjelang berbuka disampaikan oleh Ustaz Purwadi dengan mengangkat tema QS. Ali Imran ayat 104.

Ayat itu menjelaskan kewajiban menghadirkan sekelompok umat yang mengajak kepada kebaikan, menyeru kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar. Menegaskan pentingnya sesama muslim untuk saling mengajak kepada kebaikan.

Umat harus menjaga semangat dakwah agar terus ditempa dan dimaksimalkan, serta meneguhkan peran Muhammadiyah dalam mengajak masyarakat menuju masyarakat Islam yang sebenar-benarnya.

Bertepatan dengan peristiwa gerhana bulan, selepas salat Magrib dilaksanakan salat gerhana bulan. Bertindak sebagai imam dan khatib adalah Ustaz M. Saifudin, Lc. Dalam khutbahnya disampaikan bahwa gerhana bulan merupakan fenomena alam yang sepenuhnya berada dalam ketetapan Allah Swt.

Gerhana bukan karena mitos seperti bulan dimakan buta raksasa sebagaimana cerita dalam tradisi Jawa. Beliau menegaskan bahwa segala fenomena alam dan bencana, baik tanah longsor, banjir, maupun lainnya, adalah bagian dari kehendak Allah sebagai ujian, teguran, dan pengingat agar manusia senantiasa berserah diri kepada-Nya.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan Salat Tarawih berjemaah di Masjid Al Mubarok, Ngepung, dengan imam Ustaz Syukron. Dalam kesempatan tersebut, sambutan disampaikan oleh Ketua PRM Karanganyar, Bapak Sulardi, serta perwakilan PCM Weru, Bapak Drs. Sumanta.

Kultum Tarawih disampaikan oleh Ustaz M. Saifudin yang kembali menguatkan pentingnya memaksimalkan Ramadan sebagai momentum peningkatan iman dan amal saleh.

Adapun peserta Tarling Kelompok 5 yang hadir antara lain: M. Saifuddin, Lc., M.Ag., Sulardi, Widayat, S.Pd., Budi Purwanto, S.Pd., Syukron Al Fathoni, S.T., Drs. Sumanta, Purwadi, Suroto, Fauzan Nasrullah, S.Ag., M. Fakhrurozi, S.Sos., Frendi Santosa, dan Ahmadi.

Semoga dengan adanya Tarling menjadi bentuk ikhtiar PCM Weru dalam menghidupkan dakwah amar ma’ruf nahi munkar serta memperkuat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat selama bulan suci Ramadan.

Kontributor: Fauzan Nashrulloh, S.Ag.
KB Aisyiyah Gangin, RA/BA Aisyiyah Gangin, dan MIM Gangin Ikuti Kegiatan Berkisah bersama Kak Amri

KB Aisyiyah Gangin, RA/BA Aisyiyah Gangin, dan MIM Gangin Ikuti Kegiatan Berkisah bersama Kak Amri

Kegiatan bercerita mendongeng digelar di ruang kelas MI Muhammadiyah Gangin pada Selasa, 3 Maret 2026, pukul 08.00–10.00 WIB. Acara ini diikuti siswa-siswi KB Aisyiyah Gangin, RA/BA Aisyiyah Gangin, serta MI Muhammadiyah Gangin.

Kegiatan yang merupakan kolaborasi antara komunitas Semesta Kita Bercerita bersama LazisMu PCM Weru ini dibuka langsung oleh Kepala MI Muhammadiyah Gangin, Ibu Nur Kholis Sholihah, S.Ag., M.Pd.I.

Bu Kamad menyampaikan ucapan terima kasih kepada tim Semesta Kita Bercerita yang telah berkenan hadir dan berbagi inspirasi kepada para siswa. Beliau berpesan agar anak-anak senantiasa menjaga akhlakul karimah, baik dalam perkataan maupun perbuatan, sebagai bekal utama dalam kehidupan sehari-hari.

Berkisah Gangin
Serunya berkisah bersama Kak Amri

Kegiatan inti diisi oleh Kak Amri dari Semesta Kita Bercerita. Sebelum memulai dongeng, Kak Amri terlebih dahulu membuat aturan sederhana berupa “lomba duduk rapi”. Siapa yang duduk paling rapi akan mendapatkan apresiasi. Suasana kelas pun menjadi lebih tertib dan antusias.

Dongeng yang disampaikan mengangkat kisah kehidupan Ilham dan ayahnya. Ilham digambarkan sebagai anak yang keras kepala, sementara sang ayah adalah sosok pekerja keras yang penuh kasih sayang. Cerita tersebut disampaikan dengan penuh ekspresi sehingga anak-anak larut dalam alur kisah.

Setelah sesi mendongeng, Kak Amri mengajak siswa melakukan refleksi. Anak-anak diminta duduk rapi, kepala menunduk, mata terpejam, dan kaki disilang. Dalam suasana hening, Kak Amri menyampaikan cerita tentang hubungan anak dan orang tua.

Suatu kali, Kak Amri melempar pertanyaan yang menyentuh hati, “Siapa yang pernah menyakiti hati orang tua?” Saat mata dibuka, banyak anak yang tampak sedih, bahkan menitikkan air mata. Pesan yang ditekankan adalah pentingnya menghormati orang tua dan menyayangi guru.

Menjelang akhir acara, suasana kembali ceria dengan munculnya boneka bernama Acil, teman Kak Amri. Acil awalnya enggan menyapa dan berkenalan. Ketika ditanya alasannya, ia menjawab dengan gaya lucu, “Pokoknya nggak mau.”

Setelah dinasihati dengan baik, Acil akhirnya bersedia meminta maaf, meski sempat berkelakar dengan mengatakan “minta mangap” sebelum akhirnya benar-benar mengucapkan maaf. Acil pun berkenalan dengan salah satu siswa MI Muhammadiyah Gangin, menambah keceriaan suasana.

Berkisah mendongeng
Kegiatan berlangsung meriah

Sebagai penutup, anak-anak diajak bangkit dari kesedihan melalui permainan refleksi seperti hujan rintik-rintik, hujan batu, dan gerakan jari bergoyang sambil memijat pundak teman di depannya.

Dalam momen refleksi tersebut, para siswa dengan hati yang tersentuh meminta maaf kepada wali kelas masing-masing, bahkan ada yang kembali menangis haru.

Kegiatan ini menjadi pengalaman berharga bagi seluruh peserta. Tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga menanamkan nilai hormat kepada orang tua dan guru sejak dini.

Kontributor: Shidiq Ikhsanudin, S.Pd.I.
Turba PDA Sukoharjo di PCA Bulu, Tawangsari, dan Weru: Perkuat Konsolidasi dan Tebar Kepedulian

Turba PDA Sukoharjo di PCA Bulu, Tawangsari, dan Weru: Perkuat Konsolidasi dan Tebar Kepedulian

Ahad, 1 Maret 2026, Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Sukoharjo menggelar Pengajian Turba (Turun ke Bawah) di wilayah Butaru (Bulu, Tawangsari, dan Weru). Kegiatan ini bertempat di MAMTQ Bulu dan diikuti oleh Ketua PCA, Pimpinan Harian, serta sejumlah Ketua dan anggota Majelis/Lembaga, IGABA, dan Nasyiatul ‘Aisyiyah (NA) dari tiga kecamatan tersebut.

Dalam sambutannya, Ketua PCA Bulu, Ibu Dwi Pudiyati, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan Turba merupakan agenda rutin setiap bulan Ramadan yang dilaksanakan secara bergilir di masing-masing cabang. Tahun ini, PCA Bulu mendapat amanah sebagai tuan rumah.

Kajian turba
Kajian turba oleh dr. Guntur Subiyantoro 

Pengajian inti diisi oleh Dr. Guntur Subyantoro yang mengupas berbagai persoalan aktual, termasuk menyikapi polemik seputar KHGT (Kalender Hijriah Global Tunggal).

Beliau menegaskan kembali manhaj Muhammadiyah yang berlandaskan Al-Qur’an dan Sunnah, bersemangat tajdid (pembaruan), terbuka terhadap kritik, serta tidak terafiliasi pada mazhab tertentu karena keputusan diambil secara kolektif melalui musyawarah.

Selain pengajian, kegiatan dilanjutkan dengan pembinaan dari PDA Sukoharjo, penyampaian informasi organisasi, serta konsolidasi yang dipimpin oleh Ibu Siti Solihah, M.Pd. Dalam sesi ini, peserta mendapatkan arahan untuk memperkuat sinergi dan soliditas gerakan ‘Aisyiyah di tingkat cabang dan ranting.

PRA Butaru
Suasana pertemuan PRA Butaru

Turba kali ini juga diwarnai dengan aksi sosial berupa pembagian sembako bagi dhuafa dan difabel dari Lazismu Sukoharjo. Selain itu, dilakukan pembagian buku Tanya Jawab Agama kepada Majelis Tabligh dan Ketarjihan (MTK), penyerahan SK Kepala BA Butaru, serta kegiatan khusus berupa pengelompokan setiap BPP untuk berkoordinasi.

Melalui Turba ini, diharapkan terjalin penguatan ideologi, soliditas organisasi, serta peningkatan kepedulian sosial di lingkungan ‘Aisyiyah Butaru, sehingga semakin siap berkontribusi nyata bagi umat dan masyarakat.

Reporter: Sri Wahyuningsih, S.T.P