Muhammadiyah Weru
LazisMu PDM Sukoharjo Salurkan Bantuan Gerobak Mi Ayam dalam Program Pemberdayaan UMKM

LazisMu PDM Sukoharjo Salurkan Bantuan Gerobak Mi Ayam dalam Program Pemberdayaan UMKM

Pada Kamis, 15 Januari 2025, pukul 14.00 WIB, LazisMu PDM Sukoharjo melaksanakan kegiatan penyerahan bantuan berupa gerobak mi ayam kepada salah satu penerima manfaat, yakni Bapak Waluyo yang beralamat di Dukuh Genjeng RT 01 RW 11 Desa Karakan, Kecamatan Weru.

Penyerahan bantuan ini merupakan bagian dari komitmen LazisMu Sukoharjo dalam mendukung kemandirian ekonomi masyarakat melalui program pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Bantuan gerobak mi ayam tersebut diserahkan secara langsung oleh Direktur LazisMu PDM Sukoharjo, Bapak Muslih Nur Wahid, S.Sos. Dalam kesempatan tersebut, beliau menyampaikan bahwa program pemberdayaan UMKM ini dirancang untuk membantu masyarakat, khususnya kalangan miskin dan dhuafa.

LazisMu Sukoharjo
Bantuan gerobak mi ayam dari LazisMu Sukoharjo

Tujuannya agar memiliki sarana usaha yang layak sehingga dapat meningkatkan pendapatan serta kesejahteraan keluarga secara berkelanjutan. LazisMu berharap bantuan yang diberikan tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi mampu menjadi modal awal bagi penerima manfaat untuk bangkit dan mandiri secara ekonomi.

Lebih lanjut disampaikan bahwa LazisMu PDM Sukoharjo berkomitmen untuk terus mengembangkan program-program pemberdayaan ekonomi masyarakat. Ke depan, LazisMu diharapkan dapat menjangkau lebih banyak pelaku UMKM dan memberikan dukungan yang lebih luas, sehingga manfaat zakat, infak, dan sedekah dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat yang membutuhkan.

Dalam kegiatan penyerahan bantuan tersebut, LazisMu PDM Sukoharjo turut didampingi oleh Bapak Nur Rohmat, S.E. selaku Ketua Layanan (KL) LazisMu PCM Weru, serta Bapak Darmono selaku tokoh Muhammadiyah PRM Karakan. Kehadiran para tokoh ini menjadi bentuk sinergi dan dukungan bersama dalam upaya pemberdayaan ekonomi umat di tingkat akar rumput.

Dengan adanya program pemberdayaan UMKM ini, diharapkan dapat mendorong tumbuhnya usaha kecil yang produktif dan berdaya saing, sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi keluarga di tengah masyarakat. Akhirnya, semoga Allah senantiasa meridai setiap langkah kebaikan kita.
MIM Sidowayah Laksanakan Outing Class Akbar Manasik Haji di Wisata Edukasi Religi “Qolbu” Boyolali

MIM Sidowayah Laksanakan Outing Class Akbar Manasik Haji di Wisata Edukasi Religi “Qolbu” Boyolali

MIM Sidowayah menyelenggarakan kegiatan Outing Class Akbar Manasik Haji ke Wisata Edukasi Religi “Qolbu” Boyolali pada Kamis, 15 Januari 2026. Diikuti oleh Ibu Kepala Madrasah, dewan guru MIM Sidowayah, siswa-siswi kelas 1 hingga kelas 5 baik kelas unggulan maupun reguler, serta wali murid kelas 1.

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 07.30 WIB ini bertujuan untuk menanamkan pembelajaran fikih ibadah haji sejak dini serta mengenalkan urutan pelaksanaan ibadah haji kepada para siswa. Harapannya, terpantik motivasi kelak untuk bisa berkunjung ke Tanah Suci.

Seluruh siswa berkumpul di aula madrasah untuk mengikuti acara pembukaan yang dipandu langsung oleh Ibu Kepala Sekolah. Kegiatan diawali dengan doa bersama dan lantunan lafaz talbiyah. Setelah itu, peserta manasik memasuki bus masing-masing sesuai pembagian yang telah ditentukan sebelumnya.

Total 538 peserta diberangkatkan menggunakan 19 armada bus. Selama perjalanan menuju lokasi yang ditempuh kurang lebih 90 menit, siswa yang mengikuti manasik haji terus melantunkan kalimat talbiyah di dalam bus.

Setibanya di lokasi Wisata Edukasi Religi “Qolbu” Boyolali, rombongan disambut petugas dan setiap jamaah menerima paspor manasik sebelum satu per satu memasuki area simulasi ibadah haji.

Rasa kagum tampak jelas ketika para peserta menyaksikan replika Ka’bah yang megah, Masjid Nabawi, bukit Shafa dan Marwah, serta bangunan-bangunan pendukung lainnya. Prosesi manasik haji kemudian dimulai dengan dipandu langsung oleh Kepala Madrasah, Ibu Sukini, M.Ag.

WER Qolbu Boyolali
MIM Sidowayah laksanakan manasik haji di WER "Qolbu" Boyolali 

Adapun rangkaian ibadah haji yang dipraktikkan dalam kegiatan manasik ini dimulai dengan niat ihram dari hotel masing-masing, kemudian jemaah menuju Arafah untuk melaksanakan wukuf.

Dalam konteks ibadah haji sesungguhnya, malam tanggal 10 Zulhijjah jemaah melaksanakan mabit di Muzdalifah, lalu setelah lewat tengah malam menuju Mina untuk melaksanakan lempar jumrah sekaligus mabit.

Pada tanggal 10 Zulhijjah, sesuai jadwal jemaah, dilakukan lempar jumrah Aqabah yang dilanjutkan dengan tahalul dan penyembelihan dam. Selanjutnya pada tanggal 11, 12, dan 13 Zulhijjah jamaah melaksanakan lempar jumrah Ula, Wustha, dan Aqabah.

Jemaah kemudian kembali ke Mekah pada tanggal 12 atau 13 Zulhijjah untuk melaksanakan tawaf ifadah dengan mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh kali yang dilanjutkan sa’i dari bukit Shafa ke Marwah sebanyak tujuh putaran, dan menjelang kepulangan jamaah melaksanakan tawaf wada’.

Janti Park Klaten
Bermain air di Janti Park Klaten 

Setelah seluruh rangkaian manasik haji selesai dilaksanakan, rombongan jemaah manasik haji MIM Sidowayah melanjutkan kegiatan dengan persiapan menuju agenda refreshing berenang dan bermain air ke Janti Park Klaten.

Kegiatan ini diharapkan mampu memberikan pengalaman belajar yang bermakna serta menumbuhkan kecintaan siswa terhadap ibadah haji sejak usia dini melalui pembelajaran langsung yang edukatif dan menyenangkan.

Kontributor: Ibu Nurul Qomariyah, S.Pd.
BIKKSA PCA Aisyiyah Weru Hadirkan Layanan Konsultasi Keluarga Sakinah sebagai Wujud Dakwah Nyata

BIKKSA PCA Aisyiyah Weru Hadirkan Layanan Konsultasi Keluarga Sakinah sebagai Wujud Dakwah Nyata

Majelis Tabligh dan Ketarjihan Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Weru terus menguatkan peran dakwahnya di tengah masyarakat melalui layanan BIKKSA (Biro Konsultasi Keluarga Sakinah Aisyiyah).

Layanan ini merupakan pusat pelayanan terpadu yang bertujuan membantu individu maupun keluarga dalam mencerahkan berbagai persoalan kehidupan, sehingga terwujud keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah.

BIKKSA PCA Weru
Ilustrasi sebuah keluarga sedang berkonsultasi

BIKKSA PCA Aisyiyah Weru hadir sebagai bentuk dakwah yang aplikatif dan solutif, menyentuh langsung problematika umat, khususnya dalam kehidupan rumah tangga dan keluarga.

Dengan pendekatan dakwah konsultatif, BIKKSA berupaya memberikan pendampingan yang edukatif, profesional, dan berlandaskan nilai-nilai Islam. Membumikan peran Aisyiyah di tengah masyarakat.

Visi BIKKSA adalah terwujudnya biro konsultasi dakwah yang mampu memberikan pencerahan kepada masyarakat dalam membentuk keluarga sakinah mawaddah wa rahmah.

Adapun misinya meliputi pengembangan dakwah Islam dalam seluruh aspek kehidupan, peningkatan kualitas keluarga, pendataan masalah keluarga, penguatan jejaring kerja sama dengan lembaga terkait, serta menghadirkan tenaga konselor yang kompeten.

Untuk mendukung layanan tersebut, BIKKSA PCA Aisyiyah Weru membuka beberapa bidang konsultasi, yaitu:
  1. Bidang Agama, dilayani oleh Ustazah Umi Latifah (HP/WA: 0858-6910-0855) dan Ustazah Rizqi Hidayati, S.Pd. (HP/WA: 0812-2637-2695)
  2. Bidang Psikologi, Keluarga, dan Parenting, dilayani oleh: Ustazah Desi Rosa Purwanti, S.Psi., Psikolog. (HP/WA: 0815-622-6676)
  3. Bidang Kesehatan/Medis, dilayani oleh: Ustazah Isnaini Nur Khasanah, S.Kep. (HP/WA: 0882-2522-9219)
Sementara itu, untuk pertanyaan seputar hukum yang membutuhkan pendalaman, masyarakat dapat diarahkan ke Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Cabang Muhammadiyah (MTT PCM) Weru melalui nomor 0857-9967-5427.

Layanan konsultasi BIKKSA dilaksanakan secara langsung (offline) dengan sistem kesepakatan waktu, di mana masyarakat dapat menghubungi langsung nomor penanggung jawab sesuai bidang konsultasi yang dibutuhkan.

Sekretariat BIKKSA berlokasi di Gedung Sekolah Pondok Pesantren Modern Muhammadiyah Sangen Putri dan dikelola langsung oleh Majelis Tabligh dan Ketarjihan PCA Weru.

Melalui sosialisasi ini, PCA Aisyiyah Weru mengajak masyarakat untuk memanfaatkan layanan BIKKSA sebagai ikhtiar bersama dalam membangun keluarga yang sehat secara spiritual, psikologis, dan sosial. Kehadiran BIKKSA diharapkan menjadi sarana dakwah yang menyejukkan, mencerahkan, dan berkelanjutan bagi masyarakat Weru dan sekitarnya.
Pengajian Akbar Purnomosiden PRM Karanganyar Weru Bersama Ustaz Wiwaha Aji Santosa

Pengajian Akbar Purnomosiden PRM Karanganyar Weru Bersama Ustaz Wiwaha Aji Santosa

Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Karanganyar, Weru, kembali menggelar Pengajian Akbar Purnomosiden yang rutin dilaksanakan sebulan sekali. Kegiatan ini berlangsung pada Jumat malam, 9 Januari 2026, bertempat di Musala Al-Mu’min Kauman, Karanganyar.

Pengajian Akbar yang dimulai pukul 19.30 WIB atau bakda Salat Isya ini menghadirkan pemateri Ustaz Wiwaha Aji Santosa, S.Pd., dari Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sukoharjo.

Ustaz Wiwaha
Pengajian Akbar dengan pemateri Ustaz Wiwaha

Dihadiri oleh berbagai unsur masyarakat dan tokoh penting, di antaranya Kepala Desa Karanganyar beserta perangkat desa, para takmir masjid dan musala se-Desa Karanganyar, warga Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah, serta undangan lainnya.

Turut hadir sebagai tamu kehormatan Bapak Wisanggeni Indra Aji Kusuma (Anggota DPRD Kabupaten Sukoharjo) dan Bapak H. Sumardi, S.Pd.I., selaku Ketua PCM Weru.

Dalam sambutannya, Ketua PCM Weru, Bapak H. Sumardi, S.Pd.I., menyampaikan apresiasi kepada PRM Karanganyar yang secara konsisten menyelenggarakan Pengajian Purnomosiden setiap bulan. Menurut beliau, dakwah bil lisan di Ranting Karanganyar telah berjalan dengan baik, terprogram, dan memberikan dampak positif bagi warga.

Ketua PCM Weru juga menyampaikan harapannya agar kegiatan semacam ini terus dijaga, dilestarikan, dan ditingkatkan kualitasnya, sebagai bagian dari penguatan dakwah Muhammadiyah di tingkat ranting.

Sambutan
Sambutan-sambutan

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Takmir Musala Al-Mu’min Kauman yang juga Kepala Desa Karanganyar, Bapak Sugito. Beliau mengucapkan terima kasih kepada seluruh hadirin yang telah meluangkan waktu untuk hadir dan meramaikan pengajian.

Bapak Sugito menegaskan bahwa Pengajian Purnomosiden merupakan upaya nguri-uri budaya pengajian yang telah hidup sejak dahulu di tengah masyarakat, sekaligus sarana mempererat ukhuwah dan meningkatkan pemahaman keislaman warga.

Sementara itu, Wakil Bupati Sukoharjo, Bapak Eko Sapto Purnomo, S.E., yang berkenan hadir, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas peran aktif PRM Karanganyar dalam pembinaan masyarakat melalui kegiatan keagamaan.

Orang nomor dua di Sukoharjo ini menilai pengajian akbar dan berbagai kegiatan pembinaan yang dilakukan ranting Muhammadiyah merupakan kontribusi nyata dalam pembangunan Kabupaten Sukoharjo, khususnya pada aspek pembangunan spiritual masyarakat.

Lebih jauh, beliau juga berharap setiap ranting dapat berlomba-lomba memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitarnya. Pemerintah Kabupaten Sukoharjo senantiasa mendukung setiap kegiatan positif di tengah masyarakat.

Pengajian akbar
Kajian dihadiri tokoh dan masyarakat 

Pengajian inti disampaikan oleh Ustaz Wiwaha Aji Santosa, S.Pd., yang menekankan bahwa Islam adalah agama yang tinggi dan sempurna. Beliau mengajak jamaah untuk mengambil hikmah dari berbagai peristiwa, termasuk bencana banjir yang terjadi di Sumatera.

Ustaz Wiwaha mengaitkan fenomena tersebut dengan kandungan Al-Qur’an Surat Saba ayat 15–17, yang mengingatkan manusia agar senantiasa bersyukur, menjaga keseimbangan, dan tidak mengabaikan peringatan Allah.

Pengajian Akbar Purnomosiden ini berlangsung dengan khidmat dan penuh antusiasme jamaah. Semoga pengajian rutin ini terus membawa keberkahan, memperkuat keimanan, serta memberi dampak spiritual yang nyata bagi masyarakat Desa Karanganyar dan sekitarnya.

Kontributor: Budi Purwanto, S.Pd.I.
Silaturahmi JagalMu Sukoharjo ke Cabang Weru, Perkuat Syiar dan Persiapan Menyambut Ramadan

Silaturahmi JagalMu Sukoharjo ke Cabang Weru, Perkuat Syiar dan Persiapan Menyambut Ramadan

JagalMu Sukoharjo melaksanakan kegiatan silaturahmi ke Cabang Weru yang digelar di Masjid Al Ikhlas Mlaran, Desa Grogol, Kecamatan Weru, Kabupaten Sukoharjo, pada Kamis malam, 8 Januari 2026, pukul 20.00–21.30 WIB. Kegiatan ini dihadiri sekitar 175 orang yang terdiri atas jamaah Masjid Al Ikhlas Mlaran, pengurus PRM Grogol, serta alumni kegiatan Asahbila tahun 2025.

JagalMu Sukoharjo merupakan organisasi di bawah naungan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sukoharjo yang berfokus pada penyediaan layanan juru sembelih halal, sebagai upaya menjawab kebutuhan umat akan penyembelihan hewan yang sesuai dengan syariat Islam.

Acara diawali dengan sambutan Ketua PRM Grogol, Bapak Drs. H. Subeno. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa program PRM Grogol cukup banyak, namun saat ini difokuskan pada dua kegiatan utama yang perlu disukseskan bersama, yakni pengajian malam Jumat di Masjid Nurul Iman Nambangan dan pengajian pengurus di Masjid Nur Hidayatullah Sorobojan.

JagalMu
Silaturahmi JagalMu Sukoharjo ke Weru

Beliau mengajak warga persyarikatan agar hadir secara konsisten. Hal tersebut penting karena banyak informasi dan program persyarikatan yang perlu ditindaklanjuti di tingkat ranting. Selanjutnya, Ketua PRM Grogol mengajak jamaah untuk memperhatikan dan mengamalkan ilmu yang disampaikan oleh ustaz sebagai tambahan bekal keislaman.

Hadir sebagai pembicara utama, Muhammad Tri Wibowo, S.Pd.I., Sekretaris PDM Sukoharjo sekaligus pendiri JagalMu Sukoharjo. Beliau menegaskan bahwa keberadaan JagalMu merupakan jawaban atas kebutuhan umat dalam mewujudkan penyembelihan hewan sesuai tuntunan syariat Islam. Bagi Muhammadiyah, hal tersebut menjadi perkara penting demi tercapainya prinsip halalan tayyiban.

Menjelang datangnya Bulan Ramadan, pembicara tidak banyak mengulas teknis penyembelihan, melainkan lebih menekankan pada pentingnya memahami ilmu tentang puasa dan amalan-amalan pendukungnya. Disampaikan pula makna ungkapan Marhaban ya Ramadan sebagai bentuk kegembiraan dalam menyambut kedatangan bulan suci.

Beliau juga mengupas akar kata “Ramadan” dijelaskan baik secara bahasa maupun istilah, yang bermakna pembakaran jiwa agar derajat keimanan seorang muslim dapat meningkat. Maka sudah selayaknya kaum muslimin menyambut dengan gembira kedatangan bulan suci ini.

JagalMu
Jamaah diajak meningkatkan keilmuan jelang Ramadan

Sebagai penutup, disampaikan doa agar kaum muslimin dipertemukan dengan Bulan Ramadan dalam keadaan penuh keberkahan dan kesiapan iman. Doa tersebut berbunyi:

اللَّهُمَّ أَهِلَّهُ عَلَيْنَا بِالْأَمْنِ وَالْإِيمَانِ، وَالسَّلَامَةِ وَالْإِسْلَامِ، وَالتَّوْفِيقِ لِمَا تُحِبُّ وَتَرْضَى، رَبَّنَا وَرَبُّكَ اللَّهُ

Ya Allah, tampakkanlah bulan ini kepada kami dengan membawa keamanan dan keimanan, keselamatan dan Islam, serta taufik untuk melakukan apa yang Engkau cintai dan ridai. Tuhan kami dan Tuhanmu (wahai bulan) adalah Allah.”

Akhirnya, dengan kegiatan silaturahmi JagalMu Sukoharjo ini diharapkan dapat mempererat ukhuwah, memperkuat pemahaman keislaman, serta meningkatkan kesiapan jamaah dalam menyambut Bulan Ramadan. Semoga Allah memberkahi.

Kontributor: Bapak Irsam Nasirin
PRM Karanganyar Weru Laksanakan Kunjungan Edukatif ke Museum Muhammadiyah Yogyakarta

PRM Karanganyar Weru Laksanakan Kunjungan Edukatif ke Museum Muhammadiyah Yogyakarta

Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Karanganyar melaksanakan kunjungan edukatif ke Museum Muhammadiyah Yogyakarta pada Rabu, 7 Januari 2026. Kegiatan ini diikuti oleh sebanyak 35 orang yang terdiri dari unsur pimpinan dan warga Muhammadiyah Karanganyar.

Berkenan turut serta dalam rombongan, Kepala Desa Karanganyar, Bapak Sugito, sebagai bentuk dukungan pemerintah desa terhadap kegiatan keagamaan dan edukasi yang dilaksanakan oleh Persyarikatan Muhammadiyah, meskipun beliau hadir secara pribadi pada kesempatan ini.

Ketua PRM Karanganyar, Bapak Sulardi, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menambah wawasan serta memperdalam pemahaman warga tentang sejarah berdirinya Muhammadiyah dan perjuangan KH. Ahmad Dahlan dalam menyebarkan dakwah Islam melalui jalur persyarikatan.

Museum Muhammadiyah
PRM Karanganyar Weru berkunjung ke Museum Muhammadiyah

Menurut beliau, pemahaman sejarah menjadi modal penting agar warga Muhammadiyah bisa lebih aktif secara struktural di persyarikatan, sekaligus juga memiliki kesadaran ideologis dan semangat perjuangan yang kuat dalam dakwah Muhammadiyah.

Museum Muhammadiyah berlokasi di kompleks Kampus Universitas Ahmad Dahlan (UAD) 4, Jalan Ringroad Selatan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Di sini tempat belajar sejarah yang utuh, diharapkan warga Muhammadiyah mampu melanjutkan perjuangan persyarikatan secara kontekstual sesuai dengan tantangan zaman.

Museum ini merupakan pusat dokumentasi dan informasi sejarah Muhammadiyah sejak didirikan pada tahun 1912 hingga perkembangan Muhammadiyah sebagai gerakan Islam yang berperan aktif dalam bidang dakwah, pendidikan, kesehatan, sosial, dan kemanusiaan, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Muhammadiyah
Melihat sejarah Muhammadiyah menumbuhkan kebanggaan pada persyarikatan

Bagi warga Muhammadiyah, kunjungan ke Museum Muhammadiyah memiliki nilai strategis dan edukatif. Selain sebagai sarana napak tilas sejarah persyarikatan, museum ini juga menjadi media untuk meneguhkan ideologi, memperkuat jati diri Muhammadiyah, serta meneladani semangat tajdid (pembaruan) yang diwariskan oleh KH. Ahmad Dahlan.

Di dalam Museum Muhammadiyah, para peserta kunjungan disuguhi berbagai koleksi bersejarah yang menggambarkan perjalanan panjang Muhammadiyah. Koleksi tersebut meliputi foto-foto pendiri dan tokoh Muhammadiyah dari berbagai periode, dokumen dan arsip penting persyarikatan, manuskrip lama, artefak dakwah, serta replika ruang belajar KH. Ahmad Dahlan.

Adanya kunjungan ini diharapkan mampu menumbuhkan rasa bangga bagi warga Muhammadiyah di ranting Karanganyar Weru, meningkatkan militansi dakwah, serta memperkuat kebersamaan dalam menggerakkan Muhammadiyah di tingkat ranting.

Kontributor: Bapak Budi Purwanto, S.Pd.I.
PRM Karanganyar Laksanakan Studi Tiru Manajemen Masjid di Masjid Jogokariyan Yogyakarta

PRM Karanganyar Laksanakan Studi Tiru Manajemen Masjid di Masjid Jogokariyan Yogyakarta

Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Karanganyar melaksanakan kegiatan studi tiru manajemen masjid di Masjid Jogokariyan, Yogyakarta, pada Rabu, 7 Januari 2026. Kegiatan ini diikuti oleh 35 peserta dan turut dihadiri secara pribadi Kepala Desa Karanganyar, Bapak Sugito.

Dalam sambutannya, Ketua PRM Karanganyar, Bapak Sulardi, menyampaikan bahwa kegiatan studi tiru ini bertujuan untuk memberikan wawasan dan pengalaman langsung kepada pengurus dalam mengelola masjid secara lebih profesional. Ia menegaskan bahwa Masjid Jogokariyan dipilih sebagai lokasi studi karena dikenal luas sebagai contoh sukses pengelolaan masjid berbasis pelayanan dan pemberdayaan umat.

PRM Karanganyar Weru
PRM Karanganyar Weru berkunjung ke Masjid Jogokariyan

Pemaparan materi disampaikan oleh Ustaz Willy yang menjelaskan bahwa peran masjid tidak hanya terbatas sebagai tempat pelaksanaan salat. Menurutnya, masjid sejatinya merupakan pusat aktivitas sosial, pendidikan, dan kesejahteraan umat. Dengan manajemen yang profesional, transparan, dan berbasis kebutuhan jamaah, Masjid Jogokariyan mampu menjadi magnet bagi masyarakat dan berbagai pihak untuk belajar tentang pengelolaan masjid yang ideal.

Ustaz Willy juga memaparkan sejumlah program unggulan Masjid Jogokariyan, di antaranya penguatan UMKM berbasis masjid, penyelenggaraan Pasar Rakyat setiap Ahad, serta Kampung Ramadan yang mampu menampung hingga 350 lapak pedagang. Selain itu, masjid juga memiliki program sosial seperti pembiayaan sekolah bagi warga yang tidak mampu, penyediaan ATM beras, hingga pendampingan hukum bagi masyarakat yang membutuhkan.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa keberhasilan Masjid Jogokariyan tidak lepas dari strategi manajemen yang sistematis, meliputi pemetaan dan pendataan jamaah, pelayanan yang optimal, serta pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.

Masjid Jogokariyan dikenal sebagai salah satu masjid percontohan nasional yang berlokasi di kawasan Jogokariyan, Yogyakarta. Masjid ini sering menjadi rujukan studi banding dari berbagai daerah karena konsistensinya dalam menerapkan konsep “masjid dari jamaah, oleh jamaah, dan untuk jamaah”.

Melalui kegiatan studi tiru ini, PRM Karanganyar berharap dapat mengadaptasi nilai-nilai dan praktik baik dari Masjid Jogokariyan untuk diterapkan dalam pengelolaan masjid di lingkungan Karanganyar, sehingga masjid dapat semakin berdaya guna bagi umat dan masyarakat sekitar.

Kontributor: Bapak Budi Purwanto, S.Pd.I.
Rapat Koordinasi PCM Weru Diperluas Digelar di Gedung Pertemuan Pondok Pesantren Modern Muhammadiyah Sangen Putri

Rapat Koordinasi PCM Weru Diperluas Digelar di Gedung Pertemuan Pondok Pesantren Modern Muhammadiyah Sangen Putri

Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Weru menggelar Rapat Koordinasi Pimpinan Cabang Muhammadiyah Weru Diperluas pada Selasa malam, 6 Januari 2026. Kegiatan ini dimulai pukul 20.30 WIB dan berlangsung di tempat Wakil Ketua PCM Weru, Ustaz H. Muhammad Saifudin, Lc., M.Ag., yang berlokasi di Gedung Pertemuan Pondok Pesantren Modern Muhammadiyah Sangen Putri, Dukuh Brunggang RT 01 RW 03 Desa Krajan, Kecamatan Weru.

Rapat koordinasi dihadiri oleh Pimpinan Harian PCM Weru, para pimpinan majelis dan lembaga PCM Weru, ketua Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM), serta ketua dari organisasi otonom (Ortom) se-Cabang Weru. Hadir pula ketua RT sekitar pondok dan juga asatiz Pondok Sangen.

Rakor PCM Weru
Rakor PCM Diperluas

Pertemuan dipandu oleh Wakil Sekretaris PCM Weru, Bapak Hasan Azis, S.Pd.I., M.Pd. yang bertindak sebagai MC, membuka pertemuan dengan bacaan basmalah. Suasana rapat semakin khidmat dengan lantunan tilawah Al-Qur’an yang dibacakan oleh Bapak Irsam Nasirin.

Selanjutnya, sambutan selamat datang sekaligus kultum iftitah disampaikan oleh tuan rumah, Ustaz H. Muhammad Saifudin, Lc., M.Ag. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh peserta rapat serta permohonan maaf apabila dalam penyambutan terdapat hal-hal yang kurang berkenan.

Tilawah
Tilawah Al-Qur'an

Dalam kultum, Ustaz H. Muhammad Saifudin mengutip perkataan Imam Syafi’i yang menyatakan bahwa apabila Allah tidak menurunkan Al-Qur’an secara keseluruhan, maka cukuplah diturunkan Surat Al-‘Ashr. Menurut beliau, nilai-nilai yang terkandung dalam surat tersebut telah dan terus direalisasikan oleh Muhammadiyah melalui amal usaha dan gerakannya dalam persyarikatan.

Surat Al-‘Ashr, lanjut beliau, menjadi pengingat penting tentang waktu, bahwa manusia berada dalam kerugian kecuali mereka yang beriman, beramal saleh, saling menasihati dalam kebenaran, dan kesabaran. Nilai-nilai tersebut sangat relevan dalam ibadah personal, juga dapat diaplikasikan dalam seluruh aspek kehidupan, termasuk dalam kehidupan bermasyarakat, berorganisasi, dan kepemimpinan.

Mudir Pondok Sangen
Laporan Mudir Ponpes Sangen

Sebagai Mudir Pondok Pesantren Modern Muhammadiyah Sangen, Ustaz H. Muhammad Saifudin juga menyampaikan laporan singkat terkait perkembangan pesantren. Pondok pesantren yang telah berusia delapan tahun ini didukung oleh 37 tenaga pengajar dan 23 pengasuh, dengan total sumber daya manusia sebanyak 99 orang yang terlibat dalam aktivitas kepesantrenan.

Adapun jumlah santri saat ini mencapai 402 orang, terdiri dari 190 santri putri dan 212 santri putra. Beliau juga menyampaikan bahwa sejumlah fasilitas pesantren berada dalam kondisi baik dan terus dimanfaatkan untuk menunjang proses pendidikan dan pembinaan santri. Selain itu, disampaikan pula bahwa wakaf pesantren telah resmi atas nama Persyarikatan Muhammadiyah.

Memasuki acara berikutnya, laporan panitia Milad Muhammadiyah ke-113 tingkat Cabang Weru disampaikan oleh Bapak Wisnu Jatmiko, S.Pd., selaku Ketua Majelis Tabligh PCM Weru. Dalam laporannya, beliau menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan Milad Muhammadiyah ke-113 di Cabang Weru telah terlaksana dengan baik dan sukses.

Milad 113
Laporan Milad 113

Kegiatan Milad tersebut dipusatkan di Puthuk Muhammadiyah Center Jatingarang dan dikemas dalam tiga agenda besar. Agenda pertama berupa Apel Akbar yang dilaksanakan pada Selasa, 18 November 2025. Agenda kedua adalah Tabligh Akbar yang digelar pada Ahad, 30 November 2025. Adapun agenda ketiga berupa kegiatan Jalan Sehat yang dilaksanakan pada Ahad, 7 Desember 2025.

Lebih lanjut disampaikan bahwa total dana yang digunakan dalam rangkaian kegiatan Milad Muhammadiyah ke-113 Cabang Weru sebesar Rp33.049.000. Dana tersebut bersumber dari iuran warga persyarikatan, infak pada kegiatan Tabligh Akbar, serta dukungan dana kas dari PCM Weru.

Sambutan sekaligus arahan kemudian disampaikan oleh Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Weru, Bapak H. Sumardi, S.Pd.I. Dalam arahannya, beliau menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya rapat koordinasi rutin yang dilaksanakan tiga bulan sekali ini dengan baik dan lancar.

Ketua PCM Weru juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada tuan rumah, Ustaz H. Muhammad Saifudin, Lc., M.Ag., yang telah berkenan menggelar pertemuan di lingkungan pesantren. Beliau berharap kegiatan rapat yang dilaksanakan di Pondok Pesantren Modern Muhammadiyah Sangen ini membawa keberkahan bagi seluruh peserta dan semakin menguatkan sinergi persyarikatan.

Lebih lanjut, Bapak H. Sumardi mengungkapkan rasa syukur dan apresiasinya atas perkembangan Pondok Pesantren Modern Muhammadiyah Sangen yang dinilai semakin menunjukkan kemajuan dari waktu ke waktu.

Beliau menyinggung momentum Milad Pondok Sangen ke-5 yang menghadirkan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof. Dr. Haedar Nashir, M.Si., sebagai sebuah capaian yang patut disyukuri. Beliau berharap, pada Milad ke-10 mendatang, Pondok Sangen dapat kembali menghadirkan tokoh nasional, bahkan mengundang Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Prof. Abdul Mu’ti.

Ketua PCM Weru
Ketua PCM Weru apresiasi kegiatan yang sukses digelar

Dalam kesempatan tersebut, Ketua PCM Weru juga mengimbau kepada seluruh warga Muhammadiyah di Cabang Weru untuk memondokkan putra-putrinya di pondok pesantren Muhammadiyah yang ada di wilayah Weru sebagai bentuk dukungan nyata terhadap penguatan lembaga pendidikan persyarikatan.

Bapak H. Sumardi turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan pihak terkait atas suksesnya penyelenggaraan Milad Muhammadiyah ke-113 di tingkat Cabang Weru. Beliau menilai rangkaian kegiatan tersebut telah berjalan dengan baik dan memberikan dampak positif bagi syiar Muhammadiyah di masyarakat.

Ketua PCM Weru juga menyampaikan laporan singkat terkait kegiatan-kegiatan di tingkat Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sukoharjo. Menurut beliau, program-program yang dijalankan tidak harus bersifat muluk-muluk, namun yang terpenting dapat berjalan dengan baik, lancar, dan berkelanjutan. Oleh karena itu, beliau berharap di tingkat PCM Weru juga dapat dirumuskan progres dan program tahunan yang realistis serta dapat dilaksanakan secara konsisten.

Bapak H. Sumardi juga menyampaikan beberapa hal, termasuk yang masih wacana dan perencanaan agar hadirin bisa turut mendoakan terwujudnya wacana tersebut. Untuk kegiatan Ramadan yang akan datang mohon untuk bisa dipersiapkan sebaik mungkin, bisa kolaborasi antara Majelis Tabligh dengan Majelis Tarjih PCM Weru.

Acara berlanjut dengan laporan-laporan kegiatan dari beberapa majelis dan lembaga, sebagai bentuk tanggung jawab atas amanah yang dipegang. Namun, tidak semua majelis dan lembaga melaporkan kegiatan, karena waktu yang tidak memungkinkan.