Muhammadiyah Weru
Dukung Kemajuan Ranting, PCM Weru Berikan Apresiasi kepada PRM Se-Cabang Weru

Dukung Kemajuan Ranting, PCM Weru Berikan Apresiasi kepada PRM Se-Cabang Weru

Sebelum memasuki acara inti Tabligh Akbar Milad ke-113 Muhammadiyah, Ahad, 30 November 2025, Pimpinan Cabang Muhammadiyah Weru memberikan penghargaan dan apresiasi kepada Ranting Muhammadiyah yang dinilai berkontribusi besar dalam gerakan dakwah, sosial, dan pengembangan aset persyarikatan di wilayah Weru.

Apresiasi Ranting Se-Cabang Weru


Pemberian apresiasi ini menjadi bentuk penghargaan atas dedikasi ranting-ranting yang terus bergerak aktif menghidupkan semangat perjuangan Muhammadiyah di tingkat akar rumput.

Berikut kategori apresiasi yang dirilis PCM Weru:

1. Ranting Terinspiratif: PRM Jatingarang


Ranting Jatingarang dinobatkan sebagai Ranting Terinspiratif atas inisiatif dan realisasi pembelian tanah seluas 4.150 m² yang kini menjadi pusat kegiatan dakwah bernama Puthuk Muhammadiyah Center Jatingarang (PMCJ).

PRM berprestasi
Apresiasi kepada ranting berdedikasi

Di atas lahan tersebut telah berdiri ruang kelas BA, gedung MIM, dan masjid. Lokasi ini juga menjadi tempat pelaksanaan Tabligh Akbar Milad ke-113 Muhammadiyah oleh PCM Weru ini.

Selain itu, PRM Jatingarang juga menginisiasi penggalian dana tetap untuk menopang kegiatan dakwah dan santunan yatim piatu melalui program sedekah rosok bulanan.

2. Ranting dengan Aset Terbanyak: PRM Krajan


PRM Krajan menerima apresiasi sebagai ranting dengan aset wakaf terbanyak dan terluas di Kecamatan Weru, yaitu mencapai 11.400 meter persegi. Aset ini menjadi kekuatan penting bagi kelangsungan amal usaha dan kegiatan dakwah di wilayah tersebut.

3. Ranting Termuda: PRM Alasombo


Sebagai ranting yang kepengurusannya baru terbentuk, PRM Alasombo diberi apresiasi sebagai Ranting Termuda. Keberadaannya diharapkan menjadi langkah baru untuk kembali menghidupkan dakwah di lingkungan Alasombo dan membangun eksistensi ranting dalam kegiatan persyarikatan.

Ranting termuda
PRM Alasombo sebagai ranting termuda

4. Ranting Dakwah Sosial yang Aktif: PRM Grogol & PRM Karangwuni


PRM Grogol diapresiasi atas konsistensinya dalam dakwah sosial, terutama dalam respons cepat terhadap bencana alam di lingkungan Weru. Ranting ini juga memiliki ambulans layanan umat yang digunakan untuk pengantaran jenazah dan orang sakit.

Sementara untuk PRM Karangwuni dinilai aktif memberikan santunan kepada yatim piatu dan dhuafa secara rutin, menjadi contoh nyata dakwah sosial yang hadir langsung di masyarakat.

5. Ranting yang Eksis dalam Dakwah Bil-Lisan


PCM Weru juga memberikan pengakuan kepada ranting-ranting yang tetap konsisten menghidupkan dakwah bil-lisan di berbagai kegiatan dan majelis taklim. Ranting tersebut meliputi: Tegalsari, Karakan, Ngreco, Tawang, Weru, Karangmojo, Karanganyar, Jatingarang, Karangwuni, Karangtengah, Grogol, dan Krajan.

Dakwah bil lisan
Apresiasi dakwah bil lisan

Rilis apresiasi ini adalah bentuk bukti bahwa ranting-ranting Muhammadiyah di Weru memiliki kiprah dan karakteristik masing-masing dalam menggerakkan dakwah dan membawa manfaat bagi masyarakat.

PCM Weru berharap penghargaan ini dapat memotivasi seluruh ranting untuk terus memperkuat peran, meningkatkan pelayanan, dan menjaga semangat persyarikatan agar semakin menyala dalam bingkai “Memajukan Kesejahteraan Bangsa.”
Sambutan Tabligh Akbar Milad 113 Muhammadiyah, Camat Weru Apresiasi Kiprah Muhammadiyah untuk NKRI

Sambutan Tabligh Akbar Milad 113 Muhammadiyah, Camat Weru Apresiasi Kiprah Muhammadiyah untuk NKRI

Pada rangkaian acara Tabligh Akbar Milad ke-113 Muhammadiyah yang digelar PCM Weru, Camat Weru, Bapak Pandiyanto, S.T., M.M., turut memberikan sambutan yang sarat apresiasi dan motivasi bagi seluruh warga persyarikatan maupun masyarakat yang hadir.

Beliau menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan atas nama Pemerintah Kecamatan Weru kepada segenap panitia yang telah berhasil menyelenggarakan rangkaian kegiatan Milad Muhammadiyah, mulai dari Apel Akbar, Tabligh Akbar, hingga Jalan Sehat yang akan digelar selanjutnya.

“Semoga seluruh rangkaian kegiatan ini senantiasa diberikan kelancaran, keselamatan, naungan, dan rida Allah,” ujar beliau. Pak Camat juga mengucapkan selamat Milad ke-113 Muhammadiyah bertema “Memajukan Kesejahteraan Bangsa” yang sesuai dengan kiprah Muhammadiyah, yang selalu hadir membawa pencerahan dan mengajak umat untuk senantiasa berkemajuan.

Camat Weru
Camat Weru apresiasi kiprah Muhammadiyah Weru

Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi atas kerja sama yang baik antara Pemerintah Kecamatan Weru dan Muhammadiyah yang selama ini telah terjalin. Rangkaian Milad ke-113 ini menjadi momentum penting untuk memperkuat keimanan, persatuan, serta kolaborasi antarlembaga dalam membangun lingkungan masyarakat yang aman terkendali dan ayem.

Beliau menegaskan bahwa pemerintah selalu mendukung program-program Muhammadiyah, terutama dalam bidang pendidikan, dakwah, dan sosial, yang hadir membawa manfaat nyata bagi masyarakat Weru. Dengan gaya yang lugas, Pak Camat menyampaikan kekagumannya terhadap kemajuan amal usaha Muhammadiyah.

“Muhammadiyah kurang apa? Sekolah ada, rumah sakit ada, perbankan juga ada, kurang apa? Muhammadiyah semuanya maju dan megah tetapi tetap berada dalam naungan NKRI. Muhammadiyah tidak akan mengibarkan bendera sendiri, tetap di bawah NKRI. Saya yakin itu,” tegasnya disambut tepuk tangan hadirin.

Camat Weru mendoakan agar kehadiran jamaah dalam Tabligh Akbar ini menjadi amal yang pahalanya terus mengalir dan mendatangkan manfaat bagi semua. “Mari dengarkan, dipahami. Jangan hanya masuk telinga kanan keluar telinga kiri. Ceramah sedikit tapi masuk semua itu lebih baik daripada panjang-panjang tapi hanya masuk separuh,” pesan beliau.

Sebagai penutup, suasana menjadi penuh semangat saat beliau memimpin pekikan yel-yel bersama seluruh hadirin, dengan menambahkan satu kalimat terakhir. “Islam mencerahkan! Muhammadiyah memajukan! Indonesia jaya! Sukoharjo juara!”
Sambutan Tabligh Akbar Milad 113, Ketua PCM Weru Ajak Warga Persyarikatan Terus Bergerak, Maju, dan Membawa Manfaat yang Lebih Luas

Sambutan Tabligh Akbar Milad 113, Ketua PCM Weru Ajak Warga Persyarikatan Terus Bergerak, Maju, dan Membawa Manfaat yang Lebih Luas

Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Weru, Bapak H. Sumardi, S.Pd.I., pada kesempatan sambutan, menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh hadirin yang memadati lokasi acara Tabligh Akbar Milad 113 Muhammadiyah di Puthuk Muhammadiyah Center Jatingarang.

Pak H. Sumardi manyampaikan bahwa pada tahun ini PCM Weru menyelenggarakan tiga rangkaian besar acara Milad 113 Muhammadiyah, yaitu Apel Akbar pada 18 November 2025, Tabligh Akbar pada 30 November 2025, dan Jalan Sehat yang akan digelar pada 7 Desember 2025.

Ketua PCM Weru
Sambutan Ketua PCM Weru

Ketiga kegiatan ini diharapkan menjadi penguat gerakan dakwah dan pelayanan masyarakat di wilayah Weru. Muhammadiyah tidak pernah padam, tetap menyala, dan seluruh warga persyarikatan diajak untuk menyalakan semangat itu bersama-sama di bawah tema “Memajukan Kesejahteraan Bangsa.”

Ketua PCM Weru menekankan pentingnya kejernihan berpikir bagi warga Muhammadiyah dan Aisyiyah di tengah berbagai tantangan dakwah, termasuk munculnya ajaran-ajaran yang kurang tepat di tengah masyarakat. “Mari kita jaga Muhammadiyah tetap menyala,” tegas beliau.

Pak Sumardi juga menyoroti bahwa kemeriahan Milad tahun ini tidak lepas dari ketulusan gerakan Muhammadiyah, yang mampu menghadirkan acara besar dengan dukungan sarana dan prasarana yang diberikan secara cuma-cuma oleh para dermawan. Dukungan tersebut adalah bukti kuat bahwa kerja-kerja dakwah memiliki tempat di hati masyarakat.

Beliau mengajak seluruh ranting Muhammadiyah di Weru untuk terus bergerak, maju, dan membawa manfaat yang lebih luas bagi masyarakat dan umat. Menginjak usia ke-113, Muhammadiyah telah menghadirkan banyak amal usaha seperti universitas dan rumah sakit yang seluruhnya ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan bangsa.

Di akhir sambutan, suasana menjadi semakin bersemangat ketika H. Sumardi mengajak seluruh hadirin memekikkan yel-yel bersama: “Islam mencerahkan! Muhammadiyah memajukan! Indonesia jaya!”
Regu Paduan Suara PPTQM Atmo Wahjono Weru Meriahkan Pembukaan Tabligh Akbar Milad 113 Muhammadiyah

Regu Paduan Suara PPTQM Atmo Wahjono Weru Meriahkan Pembukaan Tabligh Akbar Milad 113 Muhammadiyah

Rangkaian pembukaan Tabligh Akbar dalam Semarak Milad ke-113 Muhammadiyah yang digelar PCM Weru pada Ahad, 30 November 2025, berlangsung meriah. Salah satu penampilan yang turut memberi warna pada acara tersebut adalah kehadiran Regu Koor PPTQM Atmo Wahjono Weru, yang mendapat amanah untuk memimpin menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Sang Surya di hadapan ribuan jamaah.

Dengan formasi yang rapi dan suara yang kompak, para santri tampil penuh percaya diri di atas panggung utama. Lagu Indonesia Raya dibawakan dengan penuh semangat nasionalisme, menggugah rasa cinta tanah air seluruh hadirin yang memadati Puthuk Muhammadiyah Center Jatingarang.

Pondok Atwah
Penampilan regu paduan suara Pondok Atwah

Setelah itu, lagu kebesaran Muhammadiyah, Sang Surya, mereka lantunkan dengan harmonisasi yang apik, mencerminkan semangat dakwah dan pengabdian yang menjadi ruh persyarikatan. Sesuai tema Milad 113 “Memajukan Kesejahteraan Bangsa”.

Penampilan regu koor ini memperindah jalannya acara sebelum memasuki rangkaian berikutnya. Tampil dengan tingginya kedisiplinan dan kualitas vokal para santri yang sudah berlatih dengan sungguh-sungguh untuk tampil pada momen istimewa ini.

Kehadiran Regu Koor PPTQM Atmo Wahjono Weru menunjukkan peran penting santri dalam mendukung kegiatan besar persyarikatan. Generasi muda Muhammadiyah siap tampil dan berkontribusi dalam berbagai bidang, baik keagamaan, kebangsaan, maupun kesenian.
Nurul Hidayah, Santri PPTQM Atmo Wahjono, Tampil Menghayati Tilawah pada Pembukaan Tabligh Akbar Milad 113 Muhammadiyah di Weru

Nurul Hidayah, Santri PPTQM Atmo Wahjono, Tampil Menghayati Tilawah pada Pembukaan Tabligh Akbar Milad 113 Muhammadiyah di Weru

Gelaran Tabligh Akbar dalam rangka Semarak Milad ke-113 Muhammadiyah diselenggarakan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Weru pada Ahad, 30 November 2025, berlangsung di Puthuk Muhammadiyah Center Jatingarang.

Tabligh Akbar ini dihadiri sekitar 2.000 warga Muhammadiyah Weru dari 13 ranting yang ada. Acara dipandu oleh Ustaz Arif Fahrudin, S.Pd.I. selaku MC, membawa suasana hangat dan penuh semangat.

Pembukaan acara diisi dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an oleh santri Pondok Pesantren Tahfizhul Qur'an Muhammadiyah (PPTQM) Atmo Wahjono. Amanah tersebut diberikan kepada ananda Nurul Hidayah, santri putri kelas XI, yang membacakan tilawah dengan suara merdu, tartil, dan penuh penghayatan.

Ananda Nurul Hidayah
Ananda Nurul Hidayah melantunkan ayat suci penuh penghayatan

Lantunan ayat-ayat suci yang ia lantunkan menghadirkan suasana teduh dan mengundang ketenangan bagi seluruh jamaah yang hadir. Pembacaan Al-Qur'an di awal acara menjadi bentuk penghormatan terhadap momentum Milad Muhammadiyah, sekaligus harapan agar seluruh rangkaian tabligh akbar dipenuhi keberkahan.

Ananda Nurul Hidayah tampil maksimal dengan lantunan ayat yang seolah menghipnotis hadirin untuk mendengarkan dengan tenang. Kehadirannya pada acara besar ini menjadi wujud nyata kontribusi santri dalam menyebarkan cahaya Al-Qur’an di tengah masyarakat.

Tabligh Akbar Milad ke-113 Muhammadiyah mengusung tema “Memajukan Kesejahteraan Bangsa” dan menjadi momentum penting bagi warga persyarikatan untuk kembali memperkuat spirit dakwah, kebersamaan, dan pengabdian.

Dengan tampilnya ananda Nurul Hidayah sebagai pelantun tilawah, PPTQM Atmo Wahjono kembali menegaskan perannya dalam menumbuhkan generasi Qur’ani yang siap berkhidmat untuk umat dan persyarikatan. Sukses selalu untuk PPTQM Atwah!
Tim Hadrah Ponpes Modern Muhammadiyah Sangen Meriahkan Tabligh Akbar Milad 113 Muhammadiyah PCM Weru

Tim Hadrah Ponpes Modern Muhammadiyah Sangen Meriahkan Tabligh Akbar Milad 113 Muhammadiyah PCM Weru

Suasana Tabligh Akbar dalam rangka Semarak Milad ke-113 Muhammadiyah yang digelar Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Weru pada Ahad, 30 November 2025, semakin semarak dengan hadirnya Tim Hadrah dari Ponpes Modern Muhammadiyah Sangen Putra.

Kegiatan yang berlangsung di Puthuk Muhammadiyah Center Jatingarang (MI Muhammadiyah Watukelir Kampus Baru) ini diikuti oleh warga persyarikatan serta masyarakat umum. Beberapa penampilan menjadi pembuka kegiatan ini, termasuk hadrah.

Tim Hadrah
Aksi Tim Hadrah Ponpes Sangen

Penampilan Tim Hadrah Ponpes Modern Muhammadiyah Sangen Putra dengan irama hadrah yang enerjik dan lantunan shalawat berhasil menciptakan suasana religius sekaligus menggugah semangat jamaah yang hadir. Para santri tampil kompak dengan aransemen yang telah mereka persiapkan secara matang, menambah kemeriahan acara besar ini.

Meskipun merupakan pesantren Muhammadiyah, Ponpes Sangen tetap berkontribusi dalam merawat dan melestarikan kesenian hadrah sebagai bagian dari seni islami yang sarat nilai dakwah. Budaya dan seni tradisi dapat dikembangkan secara positif selama selaras dengan nilai-nilai Islam.

Kehadiran Tim Hadrah memperindah jalannya kegiatan, penampilan mereka juga sebagai bukti bahwa para santri tidak hanya unggul dalam pendidikan keagamaan, tetapi juga aktif dalam seni islami yang membangun karakter dan kedisiplinan.

Tabligh Akbar Milad 113 Muhammadiyah ini menghadirkan Drs. KH. Ali Muhson, M.Ag., M.Pd.I., M.H., M.M., Ketua PDM Kabupaten Boyolali, sebagai muballigh utama. Mengusung tema “Memajukan Kesejahteraan Bangsa”, acara ini menjadi momentum penguatan dakwah serta kebersamaan warga Muhammadiyah di wilayah Weru.

Dengan adanya partisipasi Tim Hadrah Ponpes Modern Muhammadiyah Sangen Putra, gelaran Milad Muhammadiyah di Weru tahun ini semakin meriah, penuh makna, serta mempertegas peran pesantren dalam mendukung syiar keislaman di masyarakat.
Forum Guru Muhammadiyah Kecamatan Weru Gelar Upacara Hari Guru 2025

Forum Guru Muhammadiyah Kecamatan Weru Gelar Upacara Hari Guru 2025

Bertempat di Puthuk Jatingarang Muhammadiyah Center, atau kampus baru MI Muhammadiyah Watukelir diadakan Upacara Bendera dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional Tahun 2025. Acara yang digelar pada tanggal yang cantik ini, Rabu, 25 November 2025, merupakan agenda rutin yang dilaksanakan sejak tahun 2023 oleh Forum Guru Muhammadiyah (FGM) Kecamatan Weru. 

Upacara ini diikuti oleh pengurus harian Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) dan Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Weru, serta seluruh guru dan karyawan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) yang terdiri dari MIM, SMP/MTs, SMA/SMK/MA serta Ponpes. Hadir juga dari Amal Usaha Aisyiyah pada Upacara ini, yaitu guru-guru Bustanul Athfal (BA) Aisyiyah se-Kecamatan Weru.

Upacara
Upacara Hari Guru Nasional 2025 FGM Weru

Bertindak sebagai Pemimpin Upacara adalah Pak Arif Kurniawan (SMP Muhammadiyah Grogol). Pemimpin barisan BA oleh Pak Budi Purwanto, S.Pd.I, barisan MI dari MIM Sidowayah, barisan SMP daru MTs Muhammadiyah Sangen, dan SMA oleh Pak Edy Pamungkas, S.Pd. (SMK Muhammadiyah Watukelir).

MC oleh Bu Wahyu, Pancasila oleh Pak Arif Fahrudin, UUD oleh Pak Catur Paruani, S.Pd., Regu Koor SMP Muhammadiyah Watukelir dengan dirijen Bu Kartini, S.Pd. Doa oleh Ustaz Muhammad Ilham (PPTQM Atmo Wahjono), pengibaran dari MIM Watukelir (Bu Rinda Wahyuni, S.Pd., Bu Diah Arum Pratiwi, S.Pd., Bu Yusinda, S.Pd.), Pembina Pak Sri Marjono, S.Pd, M.M. (dari PCM Weru), dokumentasi oleh SMK Muhammadiyah Watukelir.

Terik mentari yang sangat menyengat tidak menyurutkan peserta upacara untuk khidmat mendengarkan amanah Pembina Upacara yang membacakan pidato Pimpinan Majelis Dikdasmen dan PNF PP Muhammadiyah.

Di antara yang disampaikan adalha bahwa ketika kita mengobarkan semangat guru-guru hebat Muhammadiyah pembangun peradaban bangsa, kita sebenarnya sedang memotret peran nyata guru Muhammadiyah sejak awal berdirinya republik ini. Mereka bukan hanya mengajar, tetapi membangun masyarakat, merawat keberagaman, dan menanamkan semangat kebangsaan.

Upacara berjalan dengan khidmat dan semangat. Setelah upacara ada penampilan tari Saman dari siswa SMA Muhammadiyah Watukelir dan menyanyi solo vokal yang dilantunkan oleh Pak Muh. Al Amin dari MIM Karangwuni yang meraih Juara 3 lomba solo vokal Hari Guru Nasional yang diselenggarakan Cabang Khusus Kemenag Sukoharjo.

Reporter: Ibu Sri Wahyuningsih, S.T.P.
Santri Ponpes Sangen Ikuti Pemeriksaan Kesehatan Kulit untuk Indonesia Bebas Skabies 2030

Santri Ponpes Sangen Ikuti Pemeriksaan Kesehatan Kulit untuk Indonesia Bebas Skabies 2030

Pondok Pesantren Modern Muhammadiyah Sangen turut mengambil peran penting dalam upaya nasional memberantas skabies melalui program DESKAP (Deteksi Dini dan Pengobatan Skabies Massal).

Kegiatan ini digelar pada Ahad, 23 November 2025, bertempat di gedung sekolah pesantren. Merupakan kerja sama antara TIM DESKAP-MIBS, PERDOSKI Cabang Surakarta, dan MPKU Muhammadiyah, dengan sasaran utama santri yang memang rawan terjangkit skabies.

Ponpes Sangen
Santri Pondok Sangen diperiksa kesehatan kulitnya

Skabies adalah kondisi yang menyebabkan rasa gatal pada kulit. Penyebabnya adalah tungau yang disebut Sarcoptes scabiei yang menggali ke dalam kulit.

Keberadaan tungau ini menyebabkan rasa gatal yang sangat kuat di sekitar area yang digali tersebut. Keinginan untuk menggaruk kulit biasanya meningkat terutama pada malam hari.

Para santri terlihat tertib mengikuti alur pemeriksaan yang telah disiapkan. Mereka mendapatkan pemeriksaan kulit langsung oleh tim medis profesional, sekaligus memperoleh pengobatan skabies secara gratis jika ditemukan gejala.

Selain pemeriksaan, santri mendapatkan penyuluhan kesehatan mengenai skabies, mulai dari cara penularan, gejala, pentingnya kebersihan diri, hingga langkah-langkah pencegahan yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan pesantren.

Pihak pondok menyampaikan bahwa keterlibatan santri dalam program DESKAP sangat sejalan dengan visi pesantren untuk menciptakan lingkungan belajar yang bersih, sehat, dan mendukung aktivitas ibadah serta belajar para santri.

Melalui kegiatan ini, Pondok Pesantren Modern Muhammadiyah Sangen berharap rantai penularan skabies bisa diputus dan kualitas hidup masyarakat meningkat. Semangat kolaborasi antara lembaga medis dan pesantren ini adalah bentuk tanggung jawab bersama yang harus diperjuangkan secara berkelanjutan.